Ngopi Santai
Tragedi De Kuip
Juara Piala Dunia empat kali. Yes! Tapi jangan bilang Italia selalu bahagia karena sepak bola.
Penulis: DionDBPutra | Editor: Ady Sucipto
Italia memimpin hingga menit terakhir injury time 90 + 4 menit. Sesaat lagi akan ada pesta di Roma, Milan, Napoli. Sementara ketegangan memuncak di Paris.
Tiga puluh detik menjelang Wasit Anders Frisk dari Swedia meniup peluit akhir, Fabien Barthez keluar jauh dari sarangnya.
Dia mengirim bola langsung kepada David Trezeguet yang berdiri sedikit luar kotak 16 meter pertahanan Gli Azzurri.
Trezeguet menyundul bola umpan kepada Sylvain Wiltord yang bergerak di sayap kiri. Dua langkah sesudahnya, Wiltord melepaskan tembakan mendatar kaki kiri yang indah mematikan.
Bola menyusur tanah, melewati jangkauan kiper Italia Francesco Toldo. Skor 1-1.
Pertandingan harus berlanjut ke masa perpanjangan waktu memakai sistem golden goal (gol emas).
Semangat bertanding Italia runtuh. Les Bleus menggila.
Tepat sebelum paruh waktu masa extra time, Robert Pires memotong bola dari kiri, memberikan kepada David Trezeguet yang sekali sentuh menembakkan gol emas lewat kaki kiri ke sudut atap gawang Toldo.
Sesuai aturan golden goal, Anders Frisk langsung meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga final. Squadra Azzurra terluka.
Remuk redam dalam tragedi 30 detik yang menyesakkan dada. Kota Paris bercahaya. Duka Roma tak terkira.
Dunia mengelu-elukan Prancis. Zinedine Zidane dkk membawa pulang trofiEuro 2000 ke Paris, melengkapi kejayaan mereka dua tahun sebelumnya meraih gelar juara Piala Dunia 1998. Pesta kembang api menghiasi
menara Eiffel dan Champs-Élysées.
Tragedi De Kuip paling menyakitkan bagi pelatih Italia saat itu Dino Zoff dan kapten tim nasional Paolo Maldini.
Dino Zoff menyebutnya sebagai takdir Gli Azzurri. Menurut pahlawan Italia di Piala Dunia 1982 ini, tim asuhannya memang ditakdirkan untukkalah.
"Tiga puluh detik menghapus kemenangan kami," kata Zoff. “Kami memiliki waktu yang hebat di final tersebut. Pemain kami sangat kompak dan segalanya berjalan baik hingga saat-saat terakhir,” kata Paolo Maldini seperti dirilis uefa.com.
“Hingga 30 detik sebelum berakhirnya final, kami merupakan juara Eropa. Namun, kami memang melawan tim yang tidak pernah menyerah dan mereka berhasil menyamakan kedudukan di 30 detik pertandingan,” ujar
Maldini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/italia-saat-merayakan-kemenangan-via-italia-vs-austria.jpg)