Breaking News:

Pura di Bali

Kisah Pura Beji Campuhan Tampaksiring, Tempat Malukat Bikin Awet Muda Hingga Sembuhkan dari Bebai

karena campuhan di lokasi ini arusnya cukup kuat. Maka disarankan yang tidak bisa berenang, bisa malukat di pinggirnya saja.

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Suasana panglukatan di Pura Beji Campuhan Tampaksiring 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Wilayah Tampaksiring memang dikenal sebagai wilayah malukat.

Pasalnya sejak lama, Tirta Empul Tampaksiring sudah dikenal luas di dalam maupun luar negeri.

Tetapi tidak hanya itu saja, masih banyak lagi lokasi malukat di Tampaksiring. Seperti Pura Mangening, Pura Gunung Kawi, dan Pura Beji Campuhan Tampaksiring.

Kali ini Tribun Bali, akan khusus membahas Pura Beji Campuhan Tampaksiring, yang terletak di Jalan Pertiwi Brata, Tampaksiring, Gianyar.

Baca juga: Palinggih Ratu Gede Mas Mecaling di Pura Er Jeruk Gianyar Sebagai Perlindungan

Sejatinya pura ini terletak di bawah jembatan penghubung dua wilayah, yakni wilayah Gianyar dan Bangli.

Di bawah jembatan tersebut, dilalui oleh dua aliran sungai yakni sungai Pakerisan dan Soka.

Pertemuan dua sungai inilah yang disebut campuhan, dan terletak di sebuah arus di tengah sungai. Dalam Hindu di Bali, campuhan dipercaya sebagai air suci. Sehingga dimanapun terdapat campuhan, maka akan digunakan sebagai tempat malukat.

Baik itu pertemuan sungai dengan sungai, ataupun sungai dengan laut. Baik pertemuan dua aliran ataupun lebih.

Hanya saja, karena campuhan di lokasi ini arusnya cukup kuat. Maka disarankan yang tidak bisa berenang, bisa malukat di pinggirnya saja.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved