Breaking News:

Dalam 4 Hari, 29 Bule di Bali Ditindak Karena Langgar Prokes Hingga Dapat Rekomendasi Deportasi

Penindakkan bule pelanggar prokes dilakukan oleh tim gabungan Polda Bali, Satpol PP Provinsi Bali dan Kanwil Imigrasi Bali.

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Eviera Paramita Sandi
Humas Polda Bali
Petugas gabungan saat menindak WNA tak patuh prokes di wilayah Bali, pada Rabu 14 Juli 2021 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Polda Bali telah menindak sebanyak 29 warga negara asing (WNA) pelanggar protokol kesehatan dalam kurun waktu empat hari operasi Aman Nusa Agung II dan yustisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Penindakkan bule pelanggar prokes dilakukan oleh tim gabungan Polda Bali, Satpol PP Provinsi Bali dan Kanwil Imigrasi Bali.

Hal ini disampaikan Direktur Pamobvit Polda Bali, Kombes Pol Harri Sindu Nugroho disela kegiatan operasi Aman Nusa Agung II di kawasan Canggu, Badung, Bali, pada Rabu 14 Juli 2021.

"Sejak Minggu tanggal 11 Juli 2021 total WNA pelanggar yang telah ditindak adalah 29 orang dan 3 orang diantaranya direkomendasikan untuk dideportasi," kata Harri.

Pihaknya mengaku akan terus melaksanakan penindakkan terhadap WNA yang melanggar protokol kesehatan yaitu tidak menggunakan masker sampai benar-benar patuh dengan aturan.

"Pada hari ini penindakkan dilaksanakan di dua tempat, yaitu di Canggu dan Ubud dan telah ditindak 7 orang WNA pelanggar prokes dengan hukuman denda sebesar 1 juta rupiah," ujarnya.

"Agar para WNA yang berada di Bali, baik pemegang visa kunjungan, KITAS maupun KITAP wajib mematuhi protokol kesehatan dimanapun mereka berada," tegas dia

Kegiatan pendisiplinan protokol kesehatan ini dilaksanakan sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor: 15 Tahun 2021, Surat Edaran Gubernur Bali Nomor: 09 Tahun 2021 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru.

"Selain melaksanakan penegakan prokes, kami juga mengimbau kepada masyarakat tentang pelaksanaan PPKM Darurat, dimana pemberlakuan PPKM Darurat merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam upaya penanganan Covid-19 khususnya bagi pulau Jawa dan Bali. PPKM Darurat saat ini meliputi pembatasan-pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat daripada yang selama ini sudah berjalan," pungkas Dir Pam Obvit Polda Bali. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved