Breaking News:

Berita Karangasem

Banyak Penyekatan, Petani Bunga Gumitir di Karangasem Mengeluh karena Harga Jual Turun Drastis

Petani bunga gumitir di Temukus, Desa  Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali mengeluh lantaran harga jual menurun drastis saat PKKM

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Saiful Rohim
Petani bunga gumitir sedang memanen gumitir di lahannya di Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, Rabu (14/7/2020) kemarin. 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Petani bunga gumitir di Temukus, Desa  Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali mengeluh lantaran harga jual menurun drastis saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakt  (PPKM).

Penurunan capai 60 persen perkilogram, sebelumnya 25 ribu, turun jadi 10 ribu.

Kepala Dusun Temukus, I Wayan Sudiana, mengungkapkan, harga bunga gumitir turun sejak PPKM.

Mengingat petani kesulitan untuk menjual karena masih adanya  penyekatan.

"Sekarang petani bunga asal Temukus sulit jual karena ada penyekatan,"jelas Sudiana, Kamis 15 Juli 2021.

Baca juga: Tak Patuhi Aturan PPKM Darurat, 168 Pelaku Usaha di Karangasem Diberi Pembinaan dan Surat Pernyataan

Harga bunga gumitir turun awal Juli. Akibatnya petani bunga gumitir mengeluh dan gelisah.

Pendapatan tidak sesuai dengan pengeluaran dan perawatan.

Petani di Temukus, kata Sudiana, berharap harga bunga gumitir bisa kembali normal. Apalagi penghasilan warga mengalami penurunan

"Petani bunga gumitir di Temukus biasanya mampu  memanen hingga 10 keranjang. Perkeranjang isi 25 kilogam. Sekarang memang sedikit kesulitan dalam memasarkan dikarenakan PPKM Darurat. Banyak penyekatan di sekitar perbatasan," tambahnya.

Baca juga: 187 Tenaga Pengajar di Karangasem Naik Pangkat

Mengingat harga beli masyarakat rendah dan permintaan menurun drastis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved