Serba serbi

Darah hingga Bahan Tidak Biasa, Ini Penjelasan Cetik, Bebai, dan Pepasangan

“Cetik adalah racun yang secara tradisional dibuat dengan bahan-bahan cukup langka serta tidak lazim,”jelas Jero Master Made Bayu Gendeng, kepada

Net
Ilustrasi - Cetik kerikan gangsa 

Pria yang juga praktisi Crystal Healing ini, menjelaskan bahwa cetik dan bebai berbeda.

Sebab bebai bahan atau sarananya, pada umumnya menggunakan mahluk hidup atau mahluk yang pernah hidup. Jadi yang digunakan adalah roh penasaran atau bagian dari mahluk tersebut.

“Ada yang menggunakan organ tubuh manusia, seperti janin, darah, otak manusia yang telah meninggal dan lain sebagainya,” sebutnya.

Bahan ini kemudian dimantrai atau didoakan, sehingga sifatnya hidup dan bisa berpindah. Untuk itu, ia mengingatkan agar para praktisi pengobatan bebai berhati-hati dalam menangani penyakit bebai.

“Dalam penyakit bebai ini, ada proses yang cukup berat atau ritual-ritual yang berat dalam menghidupkan sarana bebai tersebut,” katanya.

Setelah itu sarana bebai ditempatkan pada tempat khusus, atau wilayah sakral yang ada di sebuah wilayah. Pembuatan bebai memerlukan hitungan hari baik, dan pengerjaannya ada yang sampai 15 hari dalam proses pembuatan sarana bebai tersebut.

“Tergantung kekuatan jnana dengan mantra dan bahan bebai tersebut, kalau menggunakan darah pada bebai, pada umumnya bukan darah manusia secara normal. Jadi ada beberapa darah yang digunakan dari orang meninggal tidak wajar,” ujarnya.

Kemudian dalam proses pembuatannya, bila bahan sudah lengkap, prosesnya pun memohon anuegrah kepada penguasa gaib wilayah sebuah desa.

Agar bebai itu mendapatkan kekuatan untuk dikirimkan  kepada korbannya.

Ada pula jenis pepasangan, yang cukup berbeda dari bebai dan cetik. Pepasangan adalah menggunakan benda-benda sarana tertentu seperti buntilan, sambuk, jarum, rambut, kasa merajah, dan lain sebagainya.

Ini kemudian dihidupkan dengan tujuan menyakiti. Dipasang di sekitar rumah atau tempat tinggal dari calon korbannya. Pepasangan pada umumnya ditempatkan di tempat rahasia, yang bisa dilalui oleh korban.

"Jadi bila pepasangan itu diketahui oleh sang korban, entah disengaja atau karena jnananya korban bagus maka otomatis kekuatan pepasangan itu akan turun secara drastis,” tegasnya. (*)

Artikel lainnya di Serba serbi

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved