Breaking News:

Serba serbi

Darah hingga Bahan Tidak Biasa, Ini Penjelasan Cetik, Bebai, dan Pepasangan

“Cetik adalah racun yang secara tradisional dibuat dengan bahan-bahan cukup langka serta tidak lazim,”jelas Jero Master Made Bayu Gendeng, kepada

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Net
Ilustrasi - Cetik kerikan gangsa 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Berbicara Bali dan isinya, tidak bisa lepas dari unsur sekala dan niskala.

Sebab sejak lama dari zaman leluhur, kedua unsur ini sudah melekat.

Sehingga masyarakat Bali, khususnya masyarakat Hindu percaya bahwa alam nyata dan gaib itu ada. Untuk itu upacara yadnya dilakukan, sebagai penyelarasan alam semesta beserta isinya.

Satu di antara budaya klenik kuno yang masih dipercayai masyarakat, adalah tentang cetik, bebai, dan pepasangan.

“Cetik adalah racun yang secara tradisional dibuat dengan bahan-bahan cukup langka serta tidak lazim,”jelas Jero Master Made Bayu Gendeng, kepada Tribun Bali, Jumat 16 Juli 2021.

Baca juga: Sarana Roh Halus, Ini Bedanya Cetik dan Bebai di Bali

Penenung Bayu Gana ini, menjelaskan bahan-bahan pembuatan cetik memang di luar akal dan nalar manusia.

Cetik, kata dia, adalah sesuatu yang biasanya masuk ke tubuh manusia melalui perantara makanan dan minuman.

Serta dalam pembuatan bahan-bahannya, ada ritual tertentu atau ada mantra tertentu dengan tujuan lebih meningkatkan energi racun tersebut.

Bahan-bahan dari cetik itu banyak, salah satunya adalah dengan menggunakan binatang berbisa, ada pula yang menggunakan kepiting (yuyu) gringsing.

Baca juga: Kisah Angker Pura Goa Sudamala di Selat Karangasem, Bila Terkena Desti Hingga Cetik Bisa Disembuhkan

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved