Breaking News:

Tips Kesehatan untuk Anda

Kenali Gejala dan Penyebab Penyakit Curek Pada Telinga, Disebabkan Infeksi, Berisiko Kematian

Penyakit Curek merupakan suatu penyakit yang mengeluarkan cairan berwarna kuning kental serta berbau busuk dari dalam telinga.

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Kompas.com
Ilustrasi telinga - Kenali Gejala dan Penyebab Penyakit Curek Pada Telinga, Disebabkan Infeksi, Berisiko Kematian 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASARPenyakit Congek atau biasanya yang lebih dikenal dengan nama penyakit Curek di Bali, merupakan suatu penyakit yang mengeluarkan cairan berwarna kuning kental serta berbau busuk dari dalam telinga.

Dan penyakit Curek ternyata merupakan salah satu penyakit mahal yang bisa merenggut jiwa.

Dokter Spesialis THT, Dr. dr. Made Lely Rahayu, Sp. THT.L (K) FICS, mengatakan Curek atau Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) disebabkan oleh peradangan kronis di telinga bagian tengah dan rongga tulang mastoid yang disertai dengan pecahnya (perforasi) gendang telinga.

"Umumnya curek ditandai dengan keluarnya cairan berbau dari telinga yang terus berlangsung hingga berbulan-bulan, jika dibiarkan maka penyakit ini berpotensi menyebabkan kematian. Dan jika infeksi telinga yang menyebabkan Curek ini dibiarkan maka infeksi akan menyerang otak, kondisi ini bisa menyebabkan abses otak hingga meningitis yang berisiko kematian," terangnya, Jumat 16 Juli 2021.

Baca juga: Penyakit Tipes Perlu Diwaspadai Saat Musim Pancaroba, Begini Cara Mencegahnya

Gejala awal dari Curek ini memang termasuk sepele, salah satunya adalah kondisi telinga yang lembab baik itu karena keringat ataupun karena tidak dibersihkan dari air ketika mandi, bisa menjadi tempat yang ideal bagi bakteri untuk tumbuh.

Adanya pertumbuhan bakteri inilah yang dipercaya dapat menimbulkan infeksi dan keluarlah cairan nanah yang berbau busuk.

"Jika pada tahap ini infeksi diobati, maka infeksi tidak akan berlanjut dan sebaran infeksi ke otak bisa dicegah. Pengobatan Curek bisa dimulai dari terapi obat antibiotik tetes, biasanya dokter akan memberikan obat antibiotik tetes ke dalam telinga yang terkena Congek sebanyak dua kali sehari selama 14 hari atau hingga sembuh," paparnya.

Namun jika sudah parah, maka harus dilakukan operasi dan setelahnya harus rutin melakukan konsultasi ke dokter.

Potensi terjangkitnya penyakit ini menurut dr. Lely saat ini masih cukup besar untuk Kota Denpasar, Bali.

Meskipun saat ini tingkat kebersihan masyarakat kota sudah sangat bagus, namun kesadaran masyarakat untuk membersihkan telinga setelah bermain air termasuk setelah mandi masih kurang,

"Tidak jarang kok pasien saya adalah warga Denpasar dengan tingkat pendidikan yang baik," tutupnya. (*).

Baca juga: Benjolan di Sekitar Payudara Dan Ketiak Saat Menstruasi Terasa Sakit, Hati-Hati Penyakit Lain

Kumpulan Artikel Tips Kesehatan untuk Anda

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved