Hasil Survei LSI: Warga Minta Pemerintah Hentikan Kebijakan PSBB

Hasil survei menunjukkan, mayoritas masyarakat mengharapkan pemerintah segera menghentikan PSBB

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Kepolisian Sektor Gianyar kembali menggelar operasi yustisi imbangan PPKM Darurat Covid-19, Kamis 15 Juli 2021 malam. 

 


Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) terkait penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mendapatkan respon miring dari masyarakat.

Hasil survei menunjukkan, mayoritas masyarakat mengharapkan pemerintah segera menghentikan PSBB.

Tercatat, ada 57 persen responden yang meminta pemerintah menghentikan kebijakan PSBB.

Baca juga: Sejak Tanggal 3 Juli 2021, Pendapatan PD Parkir Denpasar Anjlok Hingga 70 Persen Karena PPKM Darurat

"Mayoritas 57,1 persen merasa PSBB sudah cukup dan bisa dihentikan agar ekonomi segera jalan," kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam paparannya, Minggu (18/7/2021).

Ia menuturkan hanya 38,8 persen responden yang menilai sebaiknya PSBB dilanjutkan agar penyebaran virus Covid-19 bisa diatasi.

Sedangkan, 4,1 persen responden memilih tidak menjawab.

"Jadi ini persoalan antara ekonomi dan kesehatan," katanya.

Baca juga: Patroli Gabungan di Badung, Ingatkan Masyarakat Terkait PPKM Darurat

Sebagai catatan, survei LSI menggunakan metode survei simple random sampling dengan margin of eror +/- 2,88 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Adapun sampel dari survei ini berjumlah 1.200 responden

Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Sebaliknya, survei digelar pada 20-25 Juni 2021 lalu.

Genjot vaksinasi di tiga provinsi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta program vaksinasi Covid-19 di Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), dan Banten menjadi prioritas untuk mengejar herd immunity.

Tiga provinsi tersebut menurutnya perlu diprioritaskan karena tingkat vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat di tiga wilayah tersebut tergolong rendah dibandingkan provinsi lainnya.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat Ratas Evaluasi PPKM Darurat di Istana Merdeka pada Jumat (16/7/2021) dalam unggahan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (17/7/2021).

"Kemudian sekarang provinsi mana yang harus kita fokuskan? Menurut saya tiga yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten. Karena ini baru 12%, Jawa Barat 12%, Jateng 14%, Banten 14%," kata Jokowi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved