Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Amerika Serikat Kembali Mencekam Karena Covid-19 Varian Delta

Tak hanya Amerika Serikat, Negara-negara Eropa juga kembali siaga dengan serbuan Covid Varian Delta ini.

Editor: Eviera Paramita Sandi
SHUTTERSTOCK/Leigh Prather
Ilustrasi genom virus corona 

TRIBUN-BALI.COM - Angka penularan Covid-19 di Amerika Serikat kembali meningkat dan mencekam. 

Penyebabnya karena Covid-19 Varian Delta yang kini menghantui negara tersebut. 

Angka kematian di Amerika sebelumnya telah sempat menurun. 

Namun kini naik lagi 25% pada minggu lalu menjadi rata-rata 250 per hari.

Tak hanya Amerika Serikat, Negara-negara Eropa juga kembali siaga dengan serbuan Covid Varian Delta ini.

Di Amerika Serikat, Los Angeles County telah memerintahkan warganya untuk memakai masker di dalam ruangan lagi menyusul lonjakan kasus di California Selatan.

Meski demikian, Walikota New York City Bill de Blasio mengatakan kota itu tidak memiliki rencana untuk menerapkan kembali mandat masker meskipun ada peningkatan kasus.

Walikota mengatakan dia akan melipatgandakan upaya vaksinasi.

Melansir kompas.id dengan judul artikel Eropa dan Amerika Serikat Genjot Vaksin Serta Terapkan Lagi Pembatasan, Varian Delta bertanggung jawab atas 90% kasus baru saat ini di Salt Lake County, Utah, kata manajer epidemiologi negara bagian Ilene Risk.

Untuk memerangi infeksi yang meningkat, kabupaten tersebut telah meminta para pemimpin agama dan dokter untuk membujuk sekitar 40% orang yang memenuhi syarat yang tidak sepenuhnya divaksinasi untuk menerima suntikan.

Cepatnya penularan varian Delta menjadi ancaman bagi banyak negara, termasuk negara-negara maju.

Salah satu negara maju yang kini bergulat dengan deraan varian Delta adalah Amerika Serikat.

Dalam 30 hari terakhir, jumlah rata-rata kasus baru harian Covid-19 di AS meningkat tiga kali lipat.

Berdasarkan catatan Reuters, pada hari Minggu tercatat ada 32.136 kasus baru.

Saat ini, jumlah rata-rata pasien yang perlu dirawat di rumah sakit juga meningkat 21 persen atau sekitar 19.000 pasien. Pekan lalu, angka kematian pun naik 25 persen, menjadi rata-rata 250 kematian per hari.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved