Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Tabanan

Belum Terima Honor Sejak Pentas Bulan Lalu, Seniman Tabanan Pertanyakan Honor PKB

Hingga saat ini para seniman yang sebelumnya tampil pada acara tahunan di Bali ini justru belum menerima honor.

Tayang:
Youtub Disbud Prov Bali
Pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-43 tahun 2021 dibuka pada Sabtu 12 Juni 2021.Pembukaan dilaksanakan di Gedung Ksirarnawa Art Center Denpasar. PKB kali ini digelar secara hybrid dengan penyelenggaraan daring maupun luring. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANANPesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2021 telah usai dilaksanakan pada bulan Juni lalu.

Namun, hingga saat ini para seniman yang sebelumnya tampil pada acara tahunan di Bali ini justru belum menerima honor.

Para seniman di Bali, khususnya Tabanan pun mempertanyakan hal tersebut padahal untuk PKB telah dianggarkan sebelumnya.

Dinas Kebudayaan Tabanan pun memohon maaf dan mengakui pihaknya telah mengajukan anggaran ke Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan namun belum bisa cair kemungkinan karena kondisi keuangan daerah yang lagi kosong.

Bahkan, karena kondisi ini sejumlah seniman perang status di media sosial dengan pihak panitia.

“Kita para penabuh belum mendapat honor hingga saat ini. Kalau biasanya h-1 sebelum atau sesudah tampil sudah diberikan. Bahkan akibatnya sampai seniman ini perang status di sosial media dengan pihak panitia,” kata salah satu Seniman Tabanan yang Namanya tidak ingin disebutkan saat dikonfirmasi.

Baca juga: BOR Rumah Sakit di Tabanan Sudah 76,5 Persen, BRSU Tabanan Sempat Rawat Pasien Covid-19 di Ruang IGD

Menurutnya, selama ini pihaknya belum menerima informasi secara resmi dan jelas terkait keterlambatan ini.

Bahkan, pihak panitia hanya menyatakan belum ada anggaran dan diminta menunggu.

“Dari Dinas belum kita konfirmasi karena itu kan ranahnya dari panitia. Tapi dari panitia hanya mengatakan belum ada anggaran saja tanpa dijelaskan secara rinci kenapa sebabnya dan bagaimana,” ungkapnya.

Menurutnya, pihak panitia seharusnya menjelaskan kepada para seniman terkait mekanisme pencairan anggarannya tersebut.

Jika memang belum ada anggaran, bagaimana prosesnya dan kendalanya seperti apa. Mungkin penyampaiannya bisa dilakukan secara langsung mengundang para penabuh.

Baca juga: Proses Registrasi Kebun, Tabanan Akan Ekspor Salak Gula Pasir ke Dua Negara Tetangga

“Contohnya, jika masih belum ada dana, pihak panitia kan bisa mengumpulkan semua seniman kemudian menyampaikan kepada para penabuh atau seniman yang terlibat kemarin seperti apa kondisinya dan bagaimana prosesnya keuangan di Tabanan."

"Artinya agar para penabuh ini semua tahu dan legowo menerima kondisinya. Tapi sekarang ini masih belum ada penyampaian yang jelas dari pihak panitia,” tegasnya.

Dia juga menyampaikan sebuah pesan kepada panitia ataupun dinas, jika saat ini memang belum cair pihak panitia atau dinas mungkin bisa menyiasatinya dengan cara mengambilkan di tempat lain.

“Kemungkinan seperti itu lah, karena sangat kasihan sekali kepada para penabuh yang memang mengandalkan hasil dari berkesenian di PKB itu untuk kebutuhan hidup. Apalagi mereka yang sudah berkeluarga harus membiayai kebutuhan hidup keluarga susu dan popok anaknya juga,” terangnya.

Baca juga: Tabanan Siapkan 116 Bed Isolasi Terpusat, Berada di Dua Kecamatan, Khusus untuk Pasien OTG dan GR 

“Kenapa sih seperti ini sekali menjadi seniman di Tabanan, seolah-olah tak dihargai. Apalagi honornya hanya dapat sedikit dan belum dibayar."

"Bahkan pihak panitia sempat menyindir seniman juga diminta untuk ngayah tanpa bayaran. Itu dari panitia bukan dari Dinasnya,” ungkapnya.

Sehingga dengan kondisi tersebut, para seniman meminta kepada pihak panitia dan Dinas Kebudayaan untuk memberikan solusi.

Para seniman di Tabanan juga tidak menginginkan adanya gesekan karena masalah honor, dan sebaiknya disampaikan secara benar dan jelas.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Tabanan, I Wayan Muder mengakui memang benar honor para seniman atau penabuh di Tabanan belum dibayarkan.

Hal itu karena kondisi dan situasi saat ini yang masih pandemi.

Jika penerimaan honor h-1 atau h+1 tampil itu kan ketika dalam kondisi normal.

“Iya memang betul belum cair karena kita ketahui kondisinya saat ini. Tapi jika membandingkan h-1 atau h-1 cair itu ketika kita dalam kondisi normal,” ungkap Muder.

Dia menjelaskan, sebenarnya pada tahun lalu anggaran ini sempat bermasalah.

Karena jika untuk di bidang kesenian, anggaran tersebut cair ketika kita melakukan pementasan.

Namun karena ditunda akhirnya diminta untuk mengembalikan. Ini tidak ada yang salah, karena diterpa pandemi ini jadi disebabkan oleh situasi dan kondisi saat itu.

Dia melanjutkan, dan untuk tahun 2021 anggarannya juga terjadi refocusing atau pengurangan anggaran sehingga disesuaikan.

Artinya sejumlah titik anggaran terpaksa dilakukan penyisiran atau pengurangan namun itu tak berpengaruh bagi honor para seniman Tabanan sendiri.

Anggaran yang di-refocusing seperti anggaran konsumsi sehingga konsumsi di PKB kita cairkan dana yang sumbernya dari hal lain seperti transport misalnya karena kita sudah berproses dan berjalan untuk tampil di PKB 2021.

“Untuk pihak ketiga yakni seniman seperti penabuh dan lainnya. Artinya kita prioritaskan lah mereka semua. Apalagi di situasi seperti ini mereka para seniman juga kita ketahui kesulitan dan Sebagian besar hanya mengandalkan dari pentas ini,” jelasnya sembari menyebutkan para seniman ini merupakan asset dari Tabanan sendiri.

Muder menjelaskan, untuk tahap pertama sudah cair. Tahap pertama itu merupakan konsep, prasarana awal dan beberapa hal lainnya.

Kemudian untuk honor seniman saat ini sudah diajukan pihak Dinas Kebudayaan sudah mengajukan anggarannya ke Badan keuangan Daerah (Bakedua) Tabanan. Namun, kemungkinan karena kondisi saat ini keuangan daerah masih belum stabil akhirnya belum cair. Intinya kita harus hati-hati mengenai anggaran ini agar nantinya tidak terjadi permasalahan hukum di kemudian hari.

“Untuk tahap III ini atau untuk honor seniman kita sudah amprahkan ke keuangan (Bakeuda) untuk selanjutnya dicairkan langsung ke para seniman."

"Kita juga memaklumi anggaran daerah seperti apa, karena kita memang terus koordinasi dengan Bakeuda. Tapi kita tetap menuntut hak kita untuk diberikan kepada seniman ini karena prosesnya sudah jalan, artinya para seniman sudah pentas,” tandasnya.

Pihaknya juga memohon maaf dan permakluman kepada seluruh seniman yang ada agar memahami kondisi saat ini.

Dinas Kebudayaan sudah sangat berupaya untuk memperjuangkan agar honor seniman segera cair.

“Dana ini harus kita pertahankan dan diberikan. Sehingga setelah ini kita minta kepada koordinator masing-masing sekaa agar segera menyampaikan kepada seluruh anggotanya terkait kondisi seperti ini. Karena kita ketahui anggaran tersebut tak dipegang langsung oleh Dinas Kebudayaan tapi nanti akan langsung dicairkan lewat rekening masing-masing penerima,” jelasnya. (*)

Berita lainnya di Berita Tabanan

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved