Berita Tabanan
Proses Registrasi Kebun, Tabanan Akan Ekspor Salak Gula Pasir ke Dua Negara Tetangga
Dinas Pertanian Tabanan saat ini sedang dalam proses registrasi kebun untuk komoditas unggulan dari Tabanan yang menembus pasar ekspor.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Dinas Pertanian Tabanan saat ini sedang dalam proses registrasi kebun untuk komoditas unggulan dari Tabanan yang menembus pasar ekspor.
Registrasi kebun merupakan salah satu syarat untuk menjual produk ke luar negeri.
Komoditas yang dimaksud adalah salak gula pasir yang banyak dikembangkan di Kecamatan Pupuan, Tabanan, Bali.
Dalam beberapa waktu ke depan, salak gula pasir ini nantinya menemani komoditas Manggis untuk dijual ke pasar luar negeri atau ekspor.
Negara yang rencananya dituju adalah Malaysia dan Singapura.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tabanan tahun ini, produksi Manggis pasa 2019 sebesar 69 ton.
Baca juga: Pasokan Oksigen Mulai Sulit, Rumah Sakit Tabanan Siasati Penggunaan
Pada tahun berikutnya, 2020, meningkat menjadi 1.025 ton. Sedangkan untuk salak, produksinya relatif tinggi yakni pada tahun 2019 sebanyak 114,8 ton, kemudian pada 2020 sebanyak 188,5 ton.
Kepala Dinas Pertanian Tabanan, I Nyoman Budana mengatakan, saat ini untuk menjajaki pasar ekspor komoditi salak masih dalam proses.
Pihaknya saat ini sedang melakukan proses registrasi kebun yang menjadi salah satu syarat bisa menjual produk ke luar negeri.
“Saat ini masih proses itu (ekspor salak), kita sedang proses registrasi kebun sebagai salah satu syarat untuk ekspor,” kata Nyoman Budana saat dikonfirmasi Senin 19 Juli 2021.
Baca juga: Tabanan Siapkan 116 Bed Isolasi Terpusat, Berada di Dua Kecamatan, Khusus untuk Pasien OTG dan GR
Menurut birokrat asal Kecamatan Baturiti ini, permintaan terhadap komoditas salak gula pasir dominan datang dari sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara seperti Malaysia dan Singapura.
“Rencana (pengirimannya) Malaysia dan Singapura,” ungkapnya.
Bagaimana dengan komoditi manggis yang selama ini menjadi andalan kabupaten Tabanan dalam hal ekspor?
Budana menyatakan untuk manggis masih tetap menjadi andalan ekspor. Bahkan setiap tahunnya permintaan selalu meningkat. Namun saat ini produksi manggis masih belum masanya.
Masa panen biasanya mulai bulan September dan seterusnya atau saat akhir tahun.
Baca juga: Kasus Demam Berdarah di Tabanan Turun Drastis Saat Pandemi, Selama 6 Bulan Hanya Tercatat 9 Kasus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kepala-dinas-pertanian-tabanan-i-nyoman-budana.jpg)