Breaking News:

Sponsored Content

KIPP 2021, Inovasi TOSS Gema Santi di Klungkung Diverifikasi Daring oleh Tim Menpan RB

Inovasi tempat olah sampah setempat (TOSS) Gema Santi di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Klungkung, Bali diverifikasi tim Menpan RB

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
KIPP 2021, Inovasi TOSS Gema Santi di Klungkung Diverifikasi Daring oleh Tim Menpan RB 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Inovasi tempat olah sampah setempat (TOSS) Gema Santi di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Klungkung, Bali diverifikasi tim Menpan RB, Jumat 23 Juli 2021.

Verifikasi program inovasi secara daring itu, dilaksanakan serangkaian Kompetisi Invasi Pelayanan Publik 2021.

"Mudah-mudahan melalui Inovasi TOSS Gema Santi dapat menyelesaikan seluruh permasalahan sampah dan juga dapat sebagai tempat edukasi dan rekreasi terkait pengelolaan lingkungan," ujar Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, Jumat 23 Juli 2021.

Dalam pemaparannya, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menyampaikan, bahwa sampah yang diolah di TOSS Gema Santi merupakan sampah perkotaan dengan berat mencapai 54 ton sampah per hari.

Baca juga: Bangkitkan Sektor Pangan di Masa Pandemi, Kodim Klungkung Laksanakan Program Ketahanan Pangan

Secara umum disampaikan ke panelis, jika sampah itu dikelola menjadi pupuk organik dan bricket atau yang biasa disebut pelet sebagai sumber energi alternatif.

"Pelet (bricket) ini lalu dimanfaatkan untuk bahan bakar mesin pencacah sampah disini. Sehingga bisa menghemat listrik," jelasnya.

Pada lahan TOSS Center juga disinergitaskan dengan Kebun Hatinya PKK dan Demplot serta terdapat Bangunan Koperasi Produsen Gema Nadi Lestari.

"Harapan kami kedepan, semoga inovasi ini bisa terus berkembang. Targetnya agar TOSS Gema Santi ini menjadi tempat edukasi terkait pengelolaan sampah, dan tempat rekreasi berbasis lingkungan," jelasnya.

Dalam pemaparannya, Bupati Suwirta didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan, I Ketut Suadnyana, dan sejumlah kepala OPD terkait.

Dikutip dalam laman Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi, disebutkan KIPP memiliki tiga kelompok inovasi, yakni kelompok umum, kelompok replikasi, dan kelompok khusus.

Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tahun 2021 melakukan pembahasan untuk menentukan 99 inovasi terpilih dari kelompok umum, dan masing-masing 15 inovasi untuk kelompok replikasi dan khusus.

Inovasi-inovasi tersebut merupakan hasil seleksi dari 260 proposal inovasi yang menjadi nominasi.

Jika Klungkung lolos lima inovasi dari kelompok khusus, Klungkung berhak mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) Tahun 2022. (*).

Baca juga: Kisah Perjuangan Ayu, Rawat 2 Anak Disabilitas di Klungkung, Sempat Buta Karena Gangguan Saraf Mata

Kumpulan Artikel Klungkung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved