Breaking News:

Ibadah Haji

Arab Saudi Buka Pintu Umrah 10 Agustus, Jemaah Indonesia Harus Karantina 14 Hari

Langkah itu diambil pemerintah Arab Saudi setelah ibadah haji khusus bagi jemaah lokal rampung dilaksanakan.

Editor: DionDBPutra
AFP/FAYEZ NURELDINE
Seorang jemaah menunggu barang bawaannya di Bandara King Abdulaziz di Jeddah, pada 15 Juli 2021. Pemerintah Arab Saudi dikabarkan mulai mengizinkan jemaah internasional untuk umrah mulai 10 Agustus 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi dikabarkan mulai mengizinkan jemaah internasional, untuk melaksanakan umrah mulai 10 Agustus mendatang bertepatan dengan tahun baru Islam 1443 H.

Langkah itu diambil pemerintah Arab Saudi setelah ibadah haji khusus bagi jemaah lokal rampung dilaksanakan.

”Masjid Raya siap menerima jemaah umrah," kata Wakil Kepala Urusan Masjidil Haram, Saad bin Muhammad al-Muhaimid seperti dikutip Daily Star.

Media lokal Haramain Sharifain melaporkan, Kementerian Umrah dan Haji Arab Saudi akan mengizinkan hampir seluruh negara membuka penerbangan langsung ke Arab Saudi khusus jemaah umrah.

Baca juga: Syarat Jemaah Umrah Harus Sudah Mendapat Vaksin Bersertifikat WHO

Baca juga: Warga Arab Saudi dan Ekspatriat yang Sudah Divaksin Bisa Mendapatkan Izin Khusus Untuk Umrah

Kecuali 9 negara yang sebelumnya memang dilarang masuk ke Arab Saudi. 9 negara itu termasuk Indonesia. Selain itu ada India, Pakistan, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Libanon.

Jemaah dari 9 negara itu termasuk Indonesia sebenarnya masih diizinkan datang ke Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah umrah.

Namun dengan syarat mereka harus transit terlebih dahulu dan menjalani karantina selama 14 hari di negara ketiga sebelum tiba di Arab Saudi.

Tak hanya itu, Pemerintah Arab Saudi juga menerapkan serangkaian syarat untuk jemaah umrah internasional.

Salah satu syarat jemaah umrah adalah berusia 18 tahun ke atas dan telah rampung divaksinasi Covid-19 jenis Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau Johnson&Johnson (J&J).

Sementara penerima vaksin buatan China seperti Sinovac maupun Sinopharm harus terlebih dahulu menerima satu suntikan vaksin booster dengan vaksin yang direkomendasikan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved