Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

Pemkab Buleleng Minta RS Swasta Tambah Kapasitas Bed untuk Pasien Covid-19

Untuk itu pemerintah mendesak rumah sakit swasta agar menambah bed atau tempat tidur untuk pasien Covid, hingga 40 persen dari total kapasitas yang

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
Shutterstock/Kobkit Chamchod
Ilustrasi pasien Covid-19 - Pemkab Buleleng Minta RS Swasta Tambah Kapasitas Bed untuk Pasien Covid-19 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit yang menangani Covid-19 di Buleleng sudah mencapai 84.47 persen.

Untuk itu pemerintah mendesak rumah sakit swasta agar menambah bed atau tempat tidur untuk pasien Covid, hingga 40 persen dari total kapasitas yang dimiliki.

Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr Sucipto pada Senin (26/7/2021) mengatakan, pihaknya telah mengundang seluruh manajemen rumah sakit swasta di Buleleng, terkait penambahan ruang perawatan pasien Covid.

Hasilnya, ada tiga rumah sakit yang mengaku bersedia untuk menambah kapasitas, dengan total tambahan sebanyak 13 bed.

Baca juga: Jenazah Gede Budiarsana Sudah Dipulangkan ke Kubutambahan Buleleng, Rencana Dikubur 31 Juli 2021

Sementara rumah sakit swasta lainnya mengaku masih belum bisa menambah kapasitas, karena ruangannya berdekatan.

 "Kalau ruang perawatannya ditambah lagi untuk pasien Covid, dikhawatirkan akan berdampak pada pasien lain.

Karena ruangannya berdekatan, risiko penularan tinggi," ucapnya.

Selain tiga rumah sakit swasta itu, RSUD Buleleng pada Senin juga mulai menggunakan ruang Melati  dan ruang ICU di lantai dua ruang operasi untuk merawat pasien Covid.

Dimana, untuk di ruang Melati mampu menampung sebanyak 16 pasien Covid bergejala sedang.

Sementara di ruang ICU lantai dua ruang operasi mampu menampung 8 pasien Covid bergejala berat.

dr Sucipto pun menyebut, pihaknya kini telah menyiapkan skema perawatan pasien Covid.

Dimana, RS Swasta nantinya hanya diminta untuk merawat pasien bergejala sedang.

Sementara pasien bergejala  berat dan kritis dirawat di RSUD Buleleng.

Skema itu dibuat  untuk meringankan beban RSUD Buleleng dalam merawat pasien Covid, selain itu alat yang dimiliki juga memadai.

Baca juga: RSUD Buleleng Pinjam Oksigen Tabung di Dua RS, Kasus Kematian Bertambah 11 Orang

"Kalau pasien bergejala ringan, di isolasi terpusat di Asrama Undiksha dan SMA-SMK Bali Mandara," ucapnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved