Berita Buleleng
Jadi Syarat Mutlak, 109 Calon Haji Buleleng Disuntik Vaksin Polio dan Meningitis
Jadi Syarat Mutlak, 109 Calon Haji Buleleng Disuntik Vaksin Polio dan Meningitis
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sebanyak 109 calon jemaah haji asal Buleleng disuntik vaksin polio dan meningitis, Selasa (14/4/2026). Vaksinasi ini menjadi syarat sebelum keberangkatan ke tanah suci.
Sejak pukul 08.00 Wita, para jamaah mulai berdatangan ke Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) di Kelurahan Kaliuntu, Kecamatan Buleleng. Silih berganti, jemaah dipanggil petugas kesehatan untuk disuntik vaksin.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Buleleng, Agus Annurachman, menegaskan syarat vaksin tercantum dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohatkes). Sehingga menjadi syarat utama bagi jemaah yang akan melakukan keberangkatan ke Arab Saudi.
Baca juga: 8 Mei Berangkat, Ini Titik Penjemputan Jemaah Haji Buleleng
"Data vaksin itu langsung terbaca di Siskohatkes dan bisa dicek oleh pihak kedutaan. Sehingga kalau tidak vaksin, jemaah tidak bisa masuk (ke Arab Saudi, red)," ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Vaksin meningitis telah menjadi kewajiban rutin setiap tahun, sementara vaksin polio mulai diberlakukan sejak tahun lalu. Pelaksanaan vaksinasi melibatkan Dinas Kesehatan, fasilitas puskesmas, serta Kantor Kesehatan Pelabuhan di wilayah Buleleng.
Baca juga: Komisi II DPRD Badung Bali Nilai Realisasi Anggaran 2025 Belum Maksimal
Selain vaksinasi, jemaah juga harus melewati serangkaian pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kelayakan (istitha’ah). Pemeriksaan dimulai dari puskesmas, dilanjutkan tes kemandirian dan demensia, hingga medical check-up (MCU) di rumah sakit.
"Jemaah harus dinyatakan sehat dulu. Setelah dinyatakan layak, barulah jemaah dapat melunasi biaya haji, mengurus dokumen seperti paspor dan visa, hingga mengikuti manasik. Vaksinasi menjadi tahapan akhir sebelum keberangkatan," jelas Agus.
Awalnya, ada 111 jemaah haji yang akan diberangkatkan pada tahun 2026 ini. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Dengan demikian, hanya 109 jemaah yang berangkat ke tanah suci, di mana 60 persennya merupakan perempuan. Dari total jemaah, sebanyak 24 orang merupakan lansia berusia di atas 65 tahun.
Meski secara umum dinyatakan mampu, sebagian jemaah Buleleng tetap membutuhkan pendampingan. Baik pendampingan orang, obat maupun alat.
"Sekitar 30 jemaah diperkirakan membutuhkan kursi roda. Sebenarnya mereka mampu jalan. Namun ketika di Arab Saudi itu perjalanannya cukup jauh dan memerlukan mobilitas yang tinggi, sehingga memerlukan kursi roda," katanya.
Selain pendamping dari keluarga, ketua rombongan, dan ketua kloter, pihak kementerian juga menyiapkan petugas khusus untuk lansia selama pelaksanaan haji. (mer)
| 8 Mei Berangkat, Ini Titik Penjemputan Jemaah Haji Buleleng |
|
|---|
| Aktivitas Warga Terganggu, Jalan di Dusun Perigi Buleleng Bali Belum Diaspal, Wabup Tinjau Lokasi |
|
|---|
| WALAU Konflik Timur Tengah Masih Panas, 109 Calon Haji Berangkat ke Tanah Suci |
|
|---|
| Siap Jadi Tuan Rumah Porprov 2027, Buleleng Matangkan Akomodasi dan Bidik Dampak Ekonomi |
|
|---|
| Disuruh Ambil Sabu-sabu oleh Paman, Sejoli di Buleleng Terancam Penjara 5 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Calon-jemaah-haji-Buleleng-saat-menunggu-giliran-suntik-vaksin.jpg)