Berita Gianyar
Sidang Paripurna Pengantar KUA dan PPAS, Target Pendapatan Gianyar 2022 Turun
Eksekutif dan legislatif Kabupaten Gianyar menggelar sidang paripurna Pengantar Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Eksekutif dan legislatif Kabupaten Gianyar menggelar sidang paripurna Pengantar Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2022, Senin 26 Juli 2021.
Dalam rancangannya, Pemkab Gianyar tidak seperti biasanya.
Di mana sebelumnya, Pendapatan Daerah selalu dipasang lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Kini mengalami penurunan akibat pandemi covid-19, yang menyebabkan pendapatan dari sektor yang selama ini tulang punggung Gianyar, saat ini tidak bisa diandalkan.
Baca juga: Pasca Adanya Keluhan Orangtua Siswa, Bupati Gianyar Telusuri Sekolah yang Tak Kembalikan Uang Siswa
Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, Pendapatan Daerah Gianyar tahun 2022 hanya dirancang Rp 1,9 triliun.
Padahal pada tahun 2021 ini, Pendapatan Daerah dirancang Rp2 triliun.
Dari target tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2022 hanya dirancang Rp779 miliar lebih.
Sementara target PAD tahun ini dirancang Rp871 miliar lebih.
Dari rancangan pendapatan daerah 2022 yang disampaikan melalui rapat online, diketahui saat ini Pemkab Gianyar sangat bergantung pada pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan pendapatan anyar daerah sebesar Rp2,1 triliun lebih.
Baca juga: Pergerakan Kendaraan Keluar-Masuk Gianyar Berkurang, Pelanggar PPKM Menurun
Padahal di tahun 2021 ini, Pemkab Gianyar hanya merancang Rp1 triliun.
Dengan berkurangnya target Pendapatan Daerah tahun 2022, hal itu berimbas pada rancangan Belanja Daerah.
Pada 2021 ini, Belanja Daerah dirancang Rp 2,2 triliun lebih. Namun pada 2022 hanya dirancang Rp2 triliun lebih sedikit.
Di mana nilai tersebut terdiri dari Belanja Operasi Rp.1,5 triliun lebih ( 77,41 persen) Belanja Modal sebesar Rp226 miliar lebih (11,27 persen).
Baca juga: Masih Ada Sekolah di Gianyar Tak Penuhi Instruksi Bupati Soal Pungutan Siswa Baru
Dalam masa yang tidak menentu ini, Pemkab Gianyar melakukan perubahan signifikan terhadap belanja tak terduga.
Di mana sebelumnya, porsi untuk belanja ini hanya Rp 700 juta atau 0,03 persen. Di tahu. 2022 nanti mendapatkan porsi lebih banyak, yakni Rp1 miliar atau 0,05 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/eksekutif-dan-legislatif-kabupaten-gianyar-menggelar-sidang-paripurna.jpg)