Serba serbi
Dasa Mala yang Harus Dihindari Dalam Hindu Bali
Kata Dasa Mala, kerap terdengar dalam kehidupan Hindu di Bali. Khususnya saat malukat atau membersihkan diri.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kata Dasa Mala, kerap terdengar dalam kehidupan Hindu di Bali. Khususnya saat malukat atau membersihkan diri.
Jero Mangku Ketut Maliarsa, pemangku Pura Campuhan Windhu Segara, menjelaskan bahwa sarana yang dibawa untuk malukat berupa pejati dan kepala muda atau nyuh gading.
Kelungah nyuh gading ini, diserahkan pada panglukatan Dasa Mala, dengan guyuran air suci dan air kelapa muda.
Baru dilanjutkan ke pemandian campuhan atau pertemuan antara air sungai dan laut.
Baca juga: Kisah Pura Beji Campuhan Tampaksiring, Tempat Malukat Bikin Awet Muda Hingga Sembuhkan dari Bebai
"Kalau di campuhan itu dimulai dari kepala, muka, dan seluruh badan dengan cara seperti orang berenang," ucapnya Senin 26 Juli 2021. Selanjutnya baru dilanjutkan dengan melakukan panglukatan diri di beji.
Panglukatan dasa mala, yang diuraikan sebelumnya adalah pembersihan diri dengan melukatnya sepuluh kekotoran yang harus dibersihkan dengan air suci.
"Tetapi harus dilandasi dengan kesucian pikiran dan keyakinan yang mendalam," katanya.
Baca juga: Ibu dan Anak Tewas Terseret Arus, Malukat di Muara Segara Pantai Biaung Denpasar, Gelombang 3 Meter
Kesepuluh kekotoran ini adalah bertentangan dengan ajaran agama Hindu. Dan apabila ini dibiarkan akan mengakibatkan penderitaan bagi diri sendiri, maupun orang lain.
Oleh sebab itu kesepuluh perilaku buruk ini harus dibersihkan dengan panglukatan dasa mala.
Pertama adalah Tandri, atau perilaku malas dan tanpa gairah. Kedua adalah Kleda, atau perilaku cepat putus asa dan tidak usaha atau pesimistis.
Baca juga: Cerita Pengunjung yang Malukat di Pura Tirta Sudamala Bangli, Rasakan Panas Padahal Airnya Dingin
Setelah itu adalah sifat Leja, atau sifat serakah, tamak, angkuh dan sombong.
Kuhaka adalah perilaku suka memuji diri sendiri, dan senang berkata kasar. Metraya, adalah sifat suka bersilat lidah dan menipu, serta memengaruhi orang lain agar ikut berbuat tidak baik.
Megata adalah perilaku orang yang selalu munafik, tidak konsisten atau tetap pendirian, tidak punya prinsip, dan lain di bibir serta lain di hati.
Regastri, perilaku manusia yang mempunyai nafsu birahi tinggi dan hanya mencari kepuasan asmara saja.