Berita Gianyar
Tingkatkan Minat Baca, Karang Taruna Ekacitta Dharmapratapa & YLAI Menata 5 Perpustakaan di Gianyar
Karang Taruna Ekacitta Dharmapratapa bersama Yayasan Literasi Anak Indonesia menata 5 perpustakaan sekolah yang tidak tertata
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Karang Taruna Ekacitta Dharmapratapa, Desa Puhu, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali bersama Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI) menata 5 perpustakaan sekolah yang tidak tertata, kini dirubah menjadi perpustakaan ramah anak.
Lima perpustakaan tersebut berada di lima sekolah dasar di Desa Puhu, dari SD 1 sampai SD 5.
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan minat baca anak-anak.
Ketua Karang Taruna Ekacitta Dharmapratapa, I Komang Aprigiana mengatakan, dalam menata perpustakaan ini pihaknya selalu berkomunikasi dengan pihak Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI).
Baca juga: Kunjungan di Perpustakaan Tabanan Turun Drastis, Kotio: Masyarakat Lebih Suka Chating Atau Youtube
"Sejak bulan April tahun 2020, Karang Taruna Desa Puhu secara intens melakukan komunikasi dengan Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI) agar program hibah perpustakaan ramah anak bisa diwujudkan untuk adik-adik di Sekolah Dasar di Desa Puhu," ujarnya, Rabu 28 Juli 2021.
Kata Aprigiyana, dalam hibah perpustakaan itu, pihaknya mengubah perpustakaan yang sebelumnya tidak tertata, diwarnai agar disukai oleh anak-anak.
Selain itu, perpustakaan ini juga mendapat buku, meja, almari, rak buku, karpet, dan kebutuhan lainnya.
Pihaknya berharap, hal ini bisa menggugah anak-anak agar gemar membaca ke perpustakaan.
"Kami di Karang Taruna selain melakukan komunikasi agar perpus bisa dihibahkan ke Desa Puhu, juga melakukan pengerjaan bersama teman-teman anggota, mulai dari melukis tembok, menata tempat," jelasnya.
Dia mengungkapkan, kegiatan tersebut tidak dilakukan asal-asalan.
Namun terlebih dahulu pihaknya mencari persetujuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar.
"Perpustakaannya sudah kami resmikan kemarin, namun karena masih pemberlakukaan PPKM anak-anak sekolah belum bisa menikmati fasilitas baru ini," ujarnya.
Sedikitnya terdapat 3.175 buku bacaan anak bergambar, 10 rak dua sisi, 10 rak satu sisi, 50 bantal duduk, karpet, cat, starter pack untuk administrasi perpustakaan yang diserahkan oleh Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI) selaku pemilik program dan rotary club sebagai donatur.
Setelah ada penataan ini, kata dia, kondisi perpustakaan menjadi lebih baik dan tertata.
"Atas segala keterbatasan tenaga dan keterampilan, semoga perpustakaan dengan wajah dan buku-buku baru ini dapat menjadi hadiah untuk adik-adik sekolah dasar di Desa Puhu," harap pemuda tamatan sarjana Ilmu Politik ini.