Breaking News:

Berita Buleleng

Sebanyak 330 Lulusan SD di Buleleng Belum Terdaftar di e-PPDB 

Kepala Disdikpora Buleleng, Made Astika mengatakan melihat dari data e-PPDB, lulusan SD yang mendaftar ke jenjang SMP di Buleleng sebanyak 11.324 oran

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Karsiani Putri
Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Disdikpora Buleleng, Made Astika 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA- Sebanyak 330 lulusan Sekolah Dasar di Buleleng, Bali hingga kini belum diketahui nasibnya apakah sudah diterima di SMP Negeri atau Swasta, atau justru memutuskan tidak melanjutkan sekolah.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng menyebut ratusan siswa itu hingga kini belum terdeteksi, lantaran ada beberapa sekolah yang belum mengirimkan laporan jumlah peserta didik barunya.

Kepala Disdikpora Buleleng, Made Astika mengatakan melihat dari data e-PPDB, lulusan SD yang mendaftar ke jenjang SMP di Buleleng sebanyak 11.324 orang.

Sedangkan jumlah lulusan SD tahun ajaran 2020/2021 sebanyak 11.654 orang.

Sehingga ada 330 lulusan SD yang belum diketahui nasibnya.

Apakah melanjutkan sekolah di daerah lain, atau memutuskan tidak melanjutkan sekolah ke jenjang SMP.

Sebab, data PPDB dari Sekolah Madrasah belum diterima oleh pihaknya.

"Masih ada waktu hingga akhir Agustus untuk melakukan finalisasi data Dapodik. Setelah data dari Madrasah masuk, barulah kami melakukan penelusuran," ucapnya.

Namun, Astika tidak memungkiri, pihaknya sudah menerima laporan dari beberapa kepala sekolah yang ada di Desa Pangkungparuk, ada sekitar 20an siswa yang sudah pasti tidak melanjutkan sekolah.

Alasanya pun belum diketahui.

Sebab pihaknya baru bisa melakukan penjajakan setelah penerapan PPKM level 4 usai.

"Satuan pendidikan diperintahkan WFH dan anak-anak belajar daring. Jadi, untuk pendataan final Dapodik kami baru bisa dilakukan pada 31 Agustus. Masih ada waktu lagi sebulan. Selama ada kemauan anak-anak untuk belajar, siswa yang awalnya tidak melanjutkan sekolah, bisa didaftarkan lagi. Wajar pendidikan dasar," terangnya.

Agar siswa mau melanjutkan sekolahnya, pihaknya pun kata Astika, telah menyiapkan bantuan seragam dan sepatu sekolah.

Sementara bantuan uang transportasi menuju ke sekolah pada tahun ini tidak diberikan, mengingat hingga saat ini pembelajaran masih dilakukan secara daring.

BACA JUGA: Aksi Solidaritas di Buleleng, Kelompok Pemuda di Buleleng Bagikan Paket Sembako dan Sayuran

"Selama daring pun, tidak harus menggunakan ponsel atau laptop. Proses pembelajaran bisa dilakukan dengan jarak jauh. Artinya murid dalam satu tingkat bisa dikumpulkan lima orang, nanti dikunjungi oleh gurunya untuk melakukan proses pembelajaran," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved