Breaking News:

Soal Antibodi Vaksin Sinovac Disebut Turun Setelah 6 Bulan, Ini Kata Tim Uji Klinis Dan Kemenkes

Akan tetapi menurut Kusnandi, antibodi yang dimiliki seseorang setelah vaksin Covid-19 Sinovac dosis kedua masih cukup tinggi untuk melawan virus

Editor: Eviera Paramita Sandi
AFP/NICOLAS ASFOURI
Satu paket vaksin eksperimental untuk Covid-19 di Quality Control Laboratory di the Sinovac Biotech, Beijing, China. Gambar diambil pada 29 April 2020. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Menurunnya antiodi dari vaksin Sinovac 6 bulan setelah dosis kedua dibenarkan oleh Ketua Tim Uji Klinis Nasional Vaksin Covid-19 Kusnandi Rusmil. 

"Benar," ujar Kusnandi, Kamis 29 Juli 2021 kepada Kompas.com. 

Akan tetapi menurut Kusnandi, antibodi yang dimiliki seseorang setelah vaksin Covid-19 Sinovac dosis kedua masih cukup tinggi untuk melawan virus Covid-19. 

"Tapi setiap orang yang sudah divaksin akan membentuk antibodi yang tinggi bila kontak dengan virus Covid," katanya.

Baca juga: IDI dan Satgas Covid-19 Angkat Bicara Setelah Adanya Dugaan Influencer dapat Vaksin Dosis Ketiga

Pun demikian menurut Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi efikasi vaksin Covid-19 Sinovac juga masih cukup untuk penanganan virus corona.

"Iya menurun bisa saja seperti vaksin Influenza. Tetapi ini masih cukup efikasinya untuk penanganan virus Covid-19," kata Nadia.

Sehingga, baik menurut Nadia maupun Kusnandi masyarakat umum belum memerlukan booster atau vaksin Covid-19 dosis ketiga.

Booster, kata Kusnandi, cukup diberikan kepada tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

"Untuk masyarakat belum perlu booster. Nakes saja, karena perlu cepat untuk penyuntikan vaksin ke masyarakat," jelas Kusnandi.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Benarkah Antibodi Vaksin Sinovac Turun Setelah 6 Bulan?

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved