Berita Bali

Tersedia Banyak Refrensi Lokal Staycation di Bali, Diharapkan Dapat Bantu Perkonomian Pariwisata

bagi masyarakat yang memiliki pendapatan lebih dan masih memiliki dana, biasanya akan melakukan staycation

Pixabay
Foto Ilustrasi Hotel Bintang - Tersedia Banyak Refrensi Lokal Staycation di Bali, Diharapkan Dapat Bantu Perkonomian Pariwisata 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Saat ini sudah banyak tempat Staycation di Bali.

Hal tersebut tentu saja merupakan suatu peluang yang baik bagi akomodasi menginap seperti hotel.

Hal tersebut disampaikan oleh, Ketua DPD Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Bali, Dr. (C) I Made Ramia Adnyana, SE., MM., CHA.

"Masyarakat Bali yang melakukan staycation di Bali merupakan peluang yang baik bagi hotel yang sudah tersertifikasi CHSE di tengah pandemi Covid-19. Untuk masyarakat Bali sendiri, berwisata bukan lagi sesuatu yang mewah. Masyarakat Bali juga telah banyak memanfaatkan fasilitas penawaran paket liburan, tidak hanya di pulau Bali sendiri, tapi sampai ke luar negeri, Singapura, Malaysia, dan Thailand," katanya, Sabtu 31 Juli 2021.

Baca juga: TNI di Bali Mulai Jalankan Tracing dan Swab Kontak Erat Langsung ke Rumah-rumah

Dan untuk saat ini dikarenakan masih dalam situasi pandemi Covid-19, bagi masyarakat yang memiliki pendapatan lebih dan masih memiliki dana, biasanya akan melakukan staycation di tempat menarik di Bali.

"Jadi sejenis isolasi diri daripada di rumah lebih baik di hotel. Alternatifnya bagus, karena kenyamanan dijamin dengan hotel. Terlebih, sudah banyak promo fantastis yang menarik masyarakat lokal untuk staycation," tambahnya.

Sehingga dengan senang hati masyarakat mencoba menginap.

Maka secara tidak langsung bisa membantu pengusaha hotel atau meningkatkan cashflow masyarakat lokal, dan membantu ekonomi pariwisata Bali tetap bergeliat.

“Saya yakin masyarakat Bali merupakan masyarakat yang menghargai pariwisata. Apalagi sekarang terkungkung sudah hampir dua tahun, saya yakin setelah dibuka mereka akan memilih destinasi-destinasi yang aman untuk dikunjungi, bahkan sampai ke luar negeri. Karena masyarakat kita suka berpelesiran,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan data Google Travel Demand untuk flight menunjukkan bahwa sejak awal tahun 2021 hingga Juni 2021 permintaan domestik terhadap penerbangan ke Bali lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, mulai bulan Juli ( PPKM Darurat), indeks permintaan tahun 2021 lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.

“Selama periode triwulan II/2021 orang yang mau ke Bali lebih banyak dibandingkan tahun lalu,” papar Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Rizki Ernadi Wimanda.

Rizki memaparkan, untuk hotel insight atau pencarian hotel di Bali dari penelusuran google tercatat untuk tahun 2021 periode April, Mei, Juni hingga awal Juli kebanyakan tidak ada demand untuk internasional.

Baca juga: Rumah Sakit di Jepang Mulai Mengeluh, Minta Olimpiade Dihentikan Karena Kewalahan Pasien Covid-19

Dirinya merincikan untuk demand hotel, USA 5 persen, Australia 3 persen, UK 2 persen, dan Germany 2 persen.

“Jadi bule sedikit search hotel ke Bali. Kebanyakan orang Bali sendiri yang ingin staycation sekitar 49 persen, sementara rest of Indonesia 39 persen. Jadi kalau kita lihat search-nya memang banyak di domestik, karena internasional border masih tertutup,” tandasnya.(*).

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved