Breaking News:

Berita Tabanan

Warga Positif Covid-19 Diharapkan Karantina di Tempat Isoter, BOR di Rumah Sakit Tabanan Capai 75 %

justru masih banyak masyarakat yang enggan menjalani isolasi di isoter dan memilih untuk isolasi mandiri (Isoman) di rumahnya. Tercatat ada 1.041

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Wema Satya Dinata
Pixabay/lrasonja
Ilustrasi isolasi pasien bergejala ringan. Warga Positif Covid-19 Diharapkan Karantina di Tempat Isoter, BOR di Rumah Sakit Tabanan Capai 75 Persen 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Satgas Penanganan Covid-19 Tabanan menyarankan seluruh masyarakat yang terpapar dan termasuk OTG maupaun gejala ringan agar melakukan karantina di isolasi terpusat (Isoter) yang telah disediakan.

Ada dua tempat Isoter yang telah disediakan dengan kapasitas 356 kamar.

Disisi lain, justru masih banyak masyarakat yang enggan menjalani isolasi di isoter dan memilih untuk isolasi mandiri (Isoman) di rumahnya. Tercatat ada 1.041 orang yang melakukan isoman.

Menurut data yang berhasil diperoleh, hingga saat ini dari dua tempat isolasi terpusat di Asrama Sekolah Poltrada Bali, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan dengan kapasitas 284 tempat tidur, dan Asrama Pramuka di kecamatan Marga dengan kapasitas 72 bed. Keduanya sudah terisi 140 bed.

Baca juga: Tabanan Anggarkan Rp85 Miliar untuk Penanganan Covid 19

Banyaknya bed yang tersisia karena masyarakat lebih memilih untuk menjalani isolasi mandiri dirumah dengan alasan lebih merasa nyaman dan dekat dengan keluarga.

"Masih banyak juga yang isolasi mandiri di rumahnya kok, mungkin karena mereka merasa lebih nyaman di rumahnya sendiri. Jika rumahnya memenuhi syarat untuk isolasi mandiri kan tidak masalah, misalnya punya ruangan khusus untuk isolasi tersebut boleh dilakukan isoman. Sedangkan yang tidak memiliki ruangan khusus kami sarankan ke isoter karena kami pastikan dilakukan penanganan yang baik," ungkap Sekretaris Satgas Penanganan Covid 19 Tabanan, I Gede Susila saat dikonfirmasi, Minggu 1 Agustus 2021.

Menurutnya, imbauan isolasi terpusat ini melihat potensi penyebaran jika dilakukan isolasi mandiri.

Meskipun sudah menerapkan prokes dan sudah dijaga serta diawasi dengan baik, kemungkinan bisa menular di lingkungan keluarga masih bisa terjadi. Apalagi berada di lingkungan keluarga besar.

"Jadi kelebihan dari isolasi terpusat adalah potensi-potensi untuk penularan ke lingkungan yang lain akan lebih minimal dalam artian akan lebih kecil. Sehingga betul-betul bisa mengisolasi, dan bisa mencegah terjadinya penularan ke orang-orang di sekitar pasien yang terinfeksi Covid," jelasnya.

"Sehingga saya selalu mendorong agar semua yang positif diisolasi terpusat untuk menghindari yang lain tertular, terlebih lagi jika ada keluarga atau orang tua yang punya penyerta tentunya akan berbahaya juga terjadi penularan," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved