Corona di Bali
Penambahan Petugas Tracing dan Testing di Badung Akan Dilakukan di Abiansemal dan Mengwi
Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Badung mengakui kekurangan petugas tracing dan testing untuk penanganan covid-19 di Gumi Keris.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Badung mengakui kekurangan petugas tracing dan testing untuk penanganan covid-19 di Gumi Keris.
Namun tidak semua daerah di Badung kekurangan petugas, penambahan petugas hanya akan dilakukan di beberapa daerah seperti wilayah Mengwi dan Abiansemal.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung dr Nyoman Gunarta saat dikonfirmasi tak menampik hal tersebut.
Pihaknya mengatakan penambahan petugas lantaran kasus di Badung meningkat.
Baca juga: Pemkab Badung Target Beri Vaksin Dosis Ketiga untuk 200 Nakes dalam Sehari
"Iya rencananya kami akan melakukan penambahan petugas tracing dan testing," jelasnya Senin 2 Agustus 2021.
Pihaknya mengatakan, sementara penambahan akan dilakukan beberapa wilayah yang kurang seperti di Kecamatan Abiansemal dan Kecamatan Mengwi.
"Kami buka terbatas seperti di Puskesmas Abiansemal, Puskesmas Abiansemal 2 dan Puskesmas Mengwi 1," jelasnya.
Baca juga: Serahkan BST di Seminyak, Bupati Badung Tegaskan Warga Tidak Mau Vaksin Tetap Dapatkan Haknya
Mantan Dirut RSD Mangusada itu mengatakan petugas untuk tracing dan testing akan diambil dari desa.
Selain itu juga dibantu dari jajaran TNI/Polri, dan juga dari Satgas Desa.
"Selain karena kasus meningkat, petugas kewalahan karena banyak juga nakes yang terpapar covid-19. Bulan Juli banyak sekali nakes yang terpapar, termasuk di RSD Mangusada juga banyak," bebernya
Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Badung Akan Tambah Petugas Tracing dan Testing
Sayangnya dokter asal Desa Sibang Gede, Abiansemal Badung itu tidak mengatakan berapa jumlah nakes yang terpapar covid-19.
Dirinya hanya mengakui jumlah nakes di Badung mencapai 6.832 orang, hal itu pun sesuai jumlah sasaran vaksin dosis ketiga yang akan dilakukan.
Seperti diketahui, petugas medis di Badung mulai kewalahan untuk melakukan tracing dan testing dalam penanganan kasus covid-19.
Pasalnya saat ini kasus covid-19 di Gumi Keris terus mengalami peningkatan di tengah diberlakukannya Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.
Baca juga: Jelang Akhir PPKM Level 4, Ruang Perawatan RSD Mangusada Badung Kini Overload Pasien Covid-19
Kendati demikian, petugas tracing dan testing rencananya akan dilakukan penambahan.
Mengingat satu kasus positif harus ada 15 orang yang kontak erat untuk dilakukan tracing dan testing.
Sesuai data dari Satgas Covid-19 setempat, jumlah kasus di Badung mengalami peningkatan, bahkan pada Sabtu 31 Juli 2021 tercatat 247 kasus baru, sehingga total kumulatif di Badung mencapai 13.972 orang.
Baca juga: Tim Yustisi Kabupaten Badung Pantau Penerapan Prokes di Pasar Mengwi, Beri Himbauan Secara Humanis
Juru Bicara Satgas Covid-19 Badung I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra tak menampik hal tersebut.
Bahkan pihaknya mengakui petugas kini mulai kewalahan.
Ia menambahkan pemerintah daerah akan membentuk tim tracing dan testing dari setiap desa/kelurahan yang ada.
Nantinya mereka yang mendapatkan tugas tersebut akan menerima upah berdasarkan jumlah tracing dan testing yang dilakukan.
"Saat ini masih dilakukan pembahasan terkait hal tersebut. Itu akan disolidkan, jadi ada sedikit yang akan mereka dapatkan dari jumlah berapa orang yang akan di-testing," ujar Jaya Saputra (*)
Berita lainnya di Berita Badung
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kadiskes-badung-dr-nyoman-gunartaa.jpg)