Berita Badung
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Badung Akan Tambah Petugas Tracing dan Testing
Pasalnya saat ini kasus covid-19 di Gumi keris terus mengalami peningkatan di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Petugas medis di Badung mulai kewalahan untuk melakukan tracing dan testing dalam penanganan kasus covid-19.
Pasalnya saat ini kasus covid-19 di Gumi keris terus mengalami peningkatan di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.
Kendati demikian, petugas tracing dan testing rencananya akan dilakukan penambahan.
Mengingat satu kasus positif harus ada 15 orang yang kontak erat untuk dilakukan tracing dan testing.
Baca juga: Badung Kembali Kesulitan Dapat Suplai Oksigen,Handalkan Pasokan dari Lombok Tapi Kini Sudah Tak Bisa
Sesuai data dari Satgas Covid-19 setempat, jumlah kasus di Badung mengalami peningkatan, bahkan pada Sabtu 31 Juli 2021 tercatat 247 kasus baru, sehingga total kumulatif di Badung mencapai 13.972 orang.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Badung I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra tak menampik hal tersebut. Bahkan pihaknya mengakui petugas kini mulai kewalahan.
Kendati demikian, pihaknya mengakui Pemerintah Daerah akan membentuk tim tracing dan testing dari setiap desa/kelurahan yang ada.
Nantinya mereka yang mendapatkan tugas tersebut akan menerima upah berdasarkan jumlah tracing dan testing yang dilakukan.
"Saat ini masih dilakukan pembahasan terkait hal tersebut. Itu akan disolidkan, jadi ada sedikit yang akan mereka dapatkan dari jumlah berapa orang yang akan di testing," ujar Jaya Saputra saat dikonfirmasi Minggu 1 Agustus 2021.
Penambahan petugas ini, dianggap akan lebih mengefektifkan proses testing demi meminimalisir penularan Covid-19.
Selain bertugas untuk melakukan pelacakan, petugas juga akan melakukan pemantauan terhadap orang yang kontak erat dengan pasien Covid-19.
"Ini nanti unsur gabungan dari aparat desa terbawah, kelian, kepala lingkungan, dari desa adat dan semua yang terlibat dalam satgas covid-19 di desa. Untuk yang melakukan testing tetap dari tenaga kesehatan," ungkapnya sembari mengatakan akan ada tracer-tracer dari desa langsung.
Menurutnya, penambahan petugas tracing dan testing ini dilakukan karena jumlah nakes sudah sangat terbatas lantaran sudah banyak mendapatkan tugas selama pandemi Covid-19 ini.
Hanya saja Jaya Saputra yang juga merupakan Kadis Kominfo ini tidak menjelaskan berapa penambahan petugas yang akan dilakukan.
"Nakes akan menjadi tim teknisnya, kemudian yang lainnya akan membantu. Seperti jika ada seorang yang terkonfirmasi positif, petugas akan membantu dalam hal pengawasan dan pendampingan kepada keluarganya bukan hanya dilakukan tes saja, tapi akan ada pendampingan sosial," bebernya.
Baca juga: Jelang Akhir PPKM Level 4, Ruang Perawatan RSD Mangusada Badung Kini Overload Pasien Covid-19