Olimpiade Tokyo 2020
Kisah Mengharukan dari Tokyo, Momen Dua Sahabat Sepakat Berbagi Emas Olimpiade
Barshim dan Tamberi sudah berusaha untuk menyamai rekor Olimpiade 2,39 meter. Akan tetapi keduanya sama-sama gagal dalam tiga kali percobaan.
TRIBUN-BALI.COM, TOKYO - Sikap olahragawan sejati selalu menyemburkan kisah yang membahagiakan.
Momen haru tercipta saat final Olimpiade Tokyo nomor lompat tinggi putra. Secara luar biasa berakhir dengan dua medali emas untuk Mutaz Essa Barshim dari Qatar dan Gianmarco Tamberi dari Italia.
Pascakompetisi melelahkan selama dua jam, keduanya tak terpisahkan dan dengan bersih melakukan lompatan terbaik setinggi 2,37 meter.
Barshim dan Tamberi sudah berusaha untuk menyamai rekor Olimpiade 2,39 meter.
Akan tetapi keduanya sama-sama gagal dalam tiga kali percobaan, melansir BBC.
Baca juga: Update Jadwal Final Sepak Bola Olimpiade Tokyo 2021: Brasil Vs Spanyol Duel Penentuan Medali Emas
Baca juga: Kisah Greysia/Apriyani Sebelum Sukses Raih Emas Olimpiade, Raket Kayu Buatan Ayah Jadi Saksi Bisu
Otoritas Olimpiade mengajukan opsi untuk menentukan siapa yang akan memboyong medali emas Olimpiade Tokyo ke negaranya.
Mereka ditawarkan untuk melakukan lompatan penentuan dengan catatan bebas kesalahan pada hitungan mundur, untuk mengesahkan kepemilikan tunggal gelar (jump-off).
Alih-alih memilih tawaran itu, Barshim dan Tamberi yang membina persahabatan kurang lebih sejak satu dekade lalu ini, justri membuat sejarah.
Untuk pertama kalinya sejak Olimpiade 1912, dua atlet berbagi podium untuk emas Olimpiade cabang atletik.
Versi video lainnya dengan jelas merekam momen saat keputusan bersejarah itu akhirnya diambil.
Barshim dan Tamberi terlihat tengah diberi pengarahan terkait jump-off, setelah ofisial Olimpiade berusaha memecah kebuntuan dan menyatakan hasil pertandingan seri.
“Hasilnya seri. Kita bisa melanjutkan dengan jump off … (penentuan),” kata pengawas Olimpiade itu kepada kedua.
Barshim malah langsung balik bertanya: ”Apakah kami bisa memperoleh dua medali emas,” Ofisial Olimpiade itu mengangguk, "Jika Anda setuju untuk membaginya ..."
Belum habis penjelasan keluar dari mulut pengawas pertandingan, tapi Barshim dan Tamberi tampaknya sudah menyatakan sepakat menghadirkan dua juara dalam perlombaan sengit n itu.
Mereka saling berpandangan dengan Barshim melemparkan anggukan dan mengulurkan tangannya untuk Tamberi (seolah menunggu kesepakatan).
Tamberi menyambut tangan rival yang juga sahabatnya itu, melompat ke arah Barshim dan memeluknya bergelayutan dengan emosi yang meluap-luap.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/selebrasi-mutaz-barshim-dan-gianmarco-tamberi.jpg)