Olimpiade Tokyo 2020
Kisah Mengharukan dari Tokyo, Momen Dua Sahabat Sepakat Berbagi Emas Olimpiade
Barshim dan Tamberi sudah berusaha untuk menyamai rekor Olimpiade 2,39 meter. Akan tetapi keduanya sama-sama gagal dalam tiga kali percobaan.
Tapi relasi keduanya tumbuh lebih dalam pada 2018 setelah perjuangan bersama mereka melawan cedera. Pada 2018 Barshim mengalami cedera pergelangan kaki kiri yang parah.
Sementara Tamberi yang berurusan dengan cederanya sendiri kemudian dinyatakan bisa kembali ke kompetisi, meski dokter sebelumnya meragukan pemulihan totalnya.
Kebangkitan temannya itu membantu Barshim ikut bangkit kembali sekuat yang bisa dia lakukan untuk mengatasi lukanya.
"Cederanya sangat parah sehingga kami tidak bisa membayangkan kembali untuk melompat ... Secara mental, fisik, apa yang telah kita lalui -- dia tahu, saya tahu, itu (pemulihan cedera) membutuhkan banyak hal," kata Barshim menurut CBS mengutip Yahoo.
Seolah-olah alur cerita kembali ke masa-masa cedera mereka tidak cukup menginspirasi, pasangan itu juga mengatakan memutuskan berbagi medali emas untuk membuktikan bahwa menang tidak selalu berarti menghancurkan kompetisi secara mental.
Tamberi mengakui, bagaimanapun, itu membantu bahwa Barshim adalah lawannya dalam situasi ini.
"Bukan karena saya tidak menghormati orang lain..Saya menghormati semua pelompat tinggi yang ada di sana. Mutaz mengalami masalah yang sama dengan saya, dan saya tahu apa artinya kembali (ke pertandingan) setelah cedera itu. Saya tahu betapa frustrasinya itu."
Berita lain dari arena Olimpiade Tokyo
Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul Momen Dua Sahabat Sepakat Berbagi Emas Olimpiade dan Cerita Kebangkitan dari Cedera
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/selebrasi-mutaz-barshim-dan-gianmarco-tamberi.jpg)