Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Olimpiade Tokyo

Kisah Greysia/Apriyani Sebelum Sukses Raih Emas Olimpiade, Lanny: Paling Rajin, Sering Tambahan

Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu mampu mengharumkan Indonesia dengan perolehan medali emas Olimpiade 2020

Tayang:
AFP/Alexander NEMENOV
Atlet Indonesia Apriyani Rahayu (kanan) dan Greysia Polii Indonesia berpose dengan medali emas bulu tangkis ganda putri mereka pada upacara selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 2 Agustus 2021 - Kisah Greysia/Apriyani Sebelum Sukses Raih Emas Olimpiade, Lanny: Paling Rajin, Sering Tambahan 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu mampu mengharumkan Indonesia dengan perolehan medali emas Olimpiade 2020 Tokyo.

Untuk mendapatkan prestasi tertinggi itu, Greysia/Apriyani telah melaluinya dengan banyak kesabaran dan kerja keras.

Terlebih bagi Greysia Polii, dia baru mendapatkan impiannya itu pada usia yang sudah menginjak 33 tahun.

Pelatih PB Jaya Raya, Lanny Tedjo menceritakan perjuangan Greysia Polii yang waktu itu jadi anak didiknya.

Baca juga: Prediksi Line Up Brasil Vs Spanyol Final Olimpiade Tokyo 2020, Adu Tajam Richarlison Vs Asensio

Menurut Lanny, Greysia yang saat itu tubuhnya paling kecil dibanding teman sebayanya tidak terlihat minder. justru mempunyai tekad yang kuat dalam berlatih.

“Untuk Greys kan dari kecil sudah kelihatan (bakatnya). Waktu kecil itu dia paling kecil di tempat kita. Dia masuk tahun 1996, masih SD, paling kecil lah,” cerita Lanny dalam zoom yang diadakan PB Jaya Raya, Selasa 3 Agustus 2021.

Lanny menuturkan, Greysia Polii kecil menjadi satu di antara pemain binaan yang paling ulet berlatih.

“Greys satu tahun di kelas Henry. Satu tahun kemudian dia naik kelas. Setelah itu sempat pindah ke Tangkas, tapi tidak lama balik lagi ke Jaya Raya. Waktu mulai masuk asrama dari situ latihannya terlihat paling rajin, sering tambahan. Sering tanya sama yang lebih senior. Dan anaknya kan pede banget dari kecil sampai sekarang kan terlihat juga,” sambungnya.

Kerja keras semasa kecil dan kesabarannya terus berlatih untuk mendapatkan prestasi tinggi akhirnya terbayar sudah.

Lanny pun menilai, pengalaman Greysia Polii sangat berbicara banyak di Olimpiade ini.

Salah satunya saat Greysia terus menenangkan Apriyani yang masih muda untuk tak terbawa atau terpancing lawan.

“Saya lihat Greysia bisa bawa juniornya. Kalau kemarin saya lihat dia bisa bawa Apri main lebih tenang. Dia coba terus menenangkan Apri supaya tidak terpancing dengan teriakan lawannya yang memancing emosi,” nilai Lanny.

“Greysia bisa menenangkan Apri sehingga tak terbawa strategi lawan. Di situ lah peran seorang Greysia yang bisa mendewasakan Apri di dalam lapangan. Kalau dulu mainnya, kalau orang Jawa bilang, grasa-grusu. Tetapi kemarin lebih tenang. Bersih. Jadi bisa mengontrol bola untuk bisa menyulitkan lawannya,” katanya.

Ketua Harian PB Jaya Raya, Imelda Wigoeno juga menyoroti adanya perbedaan yang signifikan dalam permainan Greysia/Apriyani di turnamen Olimpiade 2020 Tokyo ini.

Lebih khusus penampilan Apriyani yang kerap membuatkan kesalahan sendiri, tapi kali ini dia tampil sangat bagus.

Baca juga: Kisah Greysia/Apriyani Sebelum Sukses Raih Emas Olimpiade, Raket Kayu Buatan Ayah Jadi Saksi Bisu

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved