Corona di Bali
PMI Gianyar Bantah Kewalahan Tangani Jenazah Pasien Covid-19
Di lingkungan Kabupaten Gianyar tersebar informasi saat ini ambulans jenazah Palang Merah Indonesia (PMI) Gianyar kewalahan menangani jenazah pasien
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
"Selain itu, tubuh lemah. Syukur saya sudah vaksin 2 kali. Jadi ada kekebalan tubuh. Kalau tidak ada vaksin, mungkin kondisi jauh lebih parah," ujarnya.
Ratnadi pun membagikan tips untuk masyarakat yang dalam perawatan covid-19. Yakni, harus makan banyak, namun tidak boleh makan banyak nasi.
Baca juga: Menjelang Berakhirnya PPKM Level 4, RSUD Sanjiwani Gianyar Masih Kewalahan Tangani Pasien Covid-19
Sebab dalam nasi terdapat banyak karbohidrat dan gula. Di mana zat tersebut justru menyebabkan virus covid-19 di dalam tubuh semakin kuat.
"Harus banyak makan, tapi tidak boleh banyak makan nasi. Perbanyak makan protein seperti telur. Dan vitamin d, e dan c. Virus itu akan hidup pada korbohidrat dan gula yang terkandung dalam nasi. Kalau bisa, ganti nasi pakai kentang. Karena karbohidrat dalam kentang itu sedikit," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakannya, Ratnadi menyampaikan terimakasih pada tenaga kesehatan di RSUD Sanjiwani, yang saat ia dirawat di sana, mereka benar-benar memberikan pelayanan yang luar biasa pada setiap pasien.
Baca juga: Menjelang Berakhirnya PPKM Level 4, RSUD Sanjiwani Gianyar Masih Kewalahan Tangani Pasien Covid-19
"Saya melihat luar biasa pelayanannya. Mereka berjuang sekali. Kasihan mereka, benar-benar berjuang. Mereka harapan kita. Mereka sehat. Makanya saya sangat setuju dengan adanya vaksin ketiga pada nakes," ujarnya.
Setelah berhasil sembuh dan tidak lagi mengkonsumsi obat, Ratnadi pun saat ini melakukan terapi kopi campur arak.
" Ini dianjurkan setelah selesai minum obat. Kalau masih minum obat, jangan," tandasnya. (*)
Berita lainnya di Berita Gianyar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ketua-komisi-iv-dprd-gianyar-ni-made-ratnadi.jpg)