Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

IPO Bukalapak Jadi yang Terbesar Sepanjang Sejarah Bursa Saham RI

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan, pertama kalinya sebuah perusahaan startup teknologi unicorn secara resmi mencatatkan sahamnya di BEI.

Editor: DionDBPutra
KONTAN
Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi 

Di sisi lain kelas menengah ke atas sedang mencari aset yang keuntungan jangka pendeknya tinggi di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di mana sektor usaha banyak yang terpukul.

"Jadi ini fenomena psikologis pasar yang tertarik ke aset dengan pertumbuhan tinggi, spekulatif disaat ekonomi tertekan," tuturnya.

Bhima mencontohkan fenomena serupa pernah terjadi pada 1998 ketika krisis Asia. Saat itu, ucap Bhima, startup yang melantai di bursa saham dan akhirnya meledak menjadi dotcom bubble (gelembung internet).

"Masalah investasi di saham yang spekulatif adalah myopic syndrome yakni investor hanya melihat sentimen jangka pendek, mau cepat cari untung tapi tidak melakukan analisis lebih mendalam," ucap Bhima.

Padahal, menurut Bhima, seharusnya investor retail melihat historis, sehingga euforianya tidak berlebihan, tetap melihat prospek, kinerja dan tren jangka panjang.

Direktur Utama Bukalapak, Rachmat Kaimuddin mengatakan dana yang terhimpun pada pembukaan saham perdana dan seterusnya akan digunakan untuk pengembangan layanan terutama di luar kota-kota besar dan yang masih tertinggal dalam hal teknologi.

"Kami akan terus berusaha untuk menyediakan layanan yang lengkap bagi underserved segmen terutama yang berada di luar kota-kota besar dan yang masih tertinggal dalam mengadopsi teknologi," papar dia. (tribun network/nas/van/wly)

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved