Juliari Batubara Minta Maaf kepada Presiden Jokowi dan Megawati Soekarnoputri
Dalam pleidoinya, Juliari menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Jokowi dan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara menyampaikan nota pembelaan atau pleidoi terkait kasus suap penyaluran bansos yang menjeratnya.
Dalam pleidoinya, Juliari menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Jokowi dan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
”Kepada yang terhormat Ibu Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan beserta jajaran DPP PDIP, sejak 2010 saya dipercaya sebagai pengurus DPP PDIP, saya harus menyampaikan permohonan maaf secara tulus dan penuh penyesalan,” kata Juliari saat membacakan nota pembelaan (pleidoi) dari dalam rumah tahanan (Rutan) KPK, Senin 9 Agustus 2021.
Baca juga: Office Boy Transfer Ratusan Juta Rupiah untuk Juliari Batubara
Baca juga: Kondisi Terkini Mantan Mensos Juliari Batubara: Mendekam di Rutan KPK, Rayakan Natal Tanpa Keluarga
Pleidoi Juliari ini sebagai pembelaan atas tuntutan jaksa. Pada persidangan sebelumnya, ia dituntut 11 tahun penjara ditambah denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.
Jaksa menyatakan Juliari bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancaman pidana dalam Pasal 12 huruf b Jo Pasal 18 atau Pasal 11 Jo Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 ke 1 KUHP sebagaimana dakwan ke-1.
Selain pidana penjara, ia juga dituntut membayar uang pengganti kepada negara sebesar Rp 14.597.450.000,00 subsider 2 tahun penjara dan pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 4 tahun.
”Saya sadar bahwa sejak perkara ini muncul, badai hujatan dan cacian datang silih berganti ditujukan pada PDIP,” kata Juliari.
Ia pun menyebut PDIP sebagai partai nasionalis yang bertahun-tahun berada di garda terdepan dalam menjaga empat pilar kebangsaan serta cita-cita pendiri bangsa.
"Saya sangat yakin PDIP akan tetap dibutuhkan dan dicintai segenap rakyat Indonesia," kata Juliari.
Selain kepada Megawati, Juliari juga menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Joko Widodo. Ia meminta maaf dengan dalih tak bisa mengawasi anak buahnya berbuat korupsi.
"Saya secara tulus ingin mengucapkan permohonan maaf saya yang sebesar-besarnya kepada Presiden RI Joko Widodo atas kejadian ini, terutama permohonan maaf akibat kelalaian saya tidak melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap kinerja jajaran di bawah saya sehingga harus berurusan dengan hukum," ungkap Juliari.
Juliari mengakui perkara yang menjeratnya tersebut membuat perhatian Presiden Jokowi sempat tersita dan terganggu.
"Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu melindungi Bapak Presiden dan keluarga," ujar Juliari.
Juliari menyebut dirinya adalah seorang anak yang lahir dan tumbuh dewasa dari lingkungan keluarga yang kental politik.
"Saya sadar bahwa posisi saya sebagai pejabat publik dari politik akan sangat rentan goncangan, bahkan ombak-ombak besar, terutama pada era informasi yang sudah sangat terbuka pada saat ini," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/juliari-batubara-baca-pleidoi.jpg)