Breaking News:

Berita Tabanan

PAD Tabanan Baru Tercapai 38 Persen Hingga Juni 2021, Dewan Minta OPD Maksimalkan Retribusi & Pajak

Padahal sebelumnya Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama DPRD Tabanan telah menyetujui dan menetapkan PAD Tabanan tahun 2021 senilai Rp 391

hai.grid.id
Ilustrasi Uang - PAD Tabanan Baru Tercapai 38 Persen Hingga Juni, Dewan Minta OPD Maksimalkan Retribusi dan Pajak yang Ada 

Namun dia tetap berharap dan optimis dengan menerapkan protokol kesehatan akan mampu mengendalikan lonjakan kasus sehingga pandemi bisa segera berakhir.

"Kami sangat berharap masyarakat untuk tetap sadar akan pentingnya protokol kesehatan termasuk mengikuti seluruh anjuran dan instruksi baik dari pemerintah pusat, provinsi ataupun daerah karena tujuannya untuk kesehatan dan keselamatan semua masyarakat," harapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Tabanan, A. A Nyoman Dharma Putra menyatakan pandemi memang melumpuhkan berbagai sektor perekonomian selama ini. Sehingga hal ini berdampak pada pendapatan asli daerah secara nasional terutama di Tabanan.

Namun, pihaknya menyarankan, kinerja OPD khususnya OPD penghasil lebih inovatif mencari peluang untuk target pajak dan retribusi.

Selain mengoptimalkan pendapatan yang selama ini menjadi penghasil PAD.

Baca juga: Dua Titik Larangan Tanpa Pemandu Sudah Dipasang, Pendaki Gunung Sang Hyang Tabanan Kerap Tersesat

"Yang terpenting aset kita yang belum tergarap maksimal harus segera diubah sistem pola kerja sama dengan penggarap, karena selama ini sistem pola retribusi yang diterapkan, seperti aset tanah yang ada di kecamatan Pupuan," ungkap Politikus yang lebih akrab disapa Gung Baron ini.

Selain itu, kata dia, OPD terkait diminta untuk terus meninjau aset-aset yang ada.

Dan jika potensi tanah garapan semakin produktif, pemerintah bisa mendorong untuk menerapkan bagi hasil per garapan, atau opsi lain dengan dikontrakkan ke pihak ketiga.

"Beberapa opsi bisa dilakukan juga. Namun, OPD juga bisa lebih memaksimalkan sumber pendapatan yang ada seperti retribusi pasar, parkir, pajak BPHTB dan lainnya. Itu karena saat ini sektor pariwisata masih lumpuh dan kita berharap segera bangkit kembali," harapnya.(*)

Artikel lainnya di Berita Tabanan

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved