Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Olimpiade Tokyo 2020

Inilah 10 Atlet Paling Menawan Penampilannya di Olimpiade Tokyo 2020

Perburuan medali sangat ketat. Kontingen Amerika Serikat sukses menyalip China pada hari terakhir untuk menjadi sebagai juara umum Olimpiade.

Tayang:
Editor: DionDBPutra
AFP/ATTILA KISBENEDEK
Peraih medali emas Emma McKeon dari Australia berpose dengan medalinya di podium setelah final renang gaya bebas 50m putri di Tokyo Aquatics Center, 1 Agustus 2021. 

Lamont Marcell Jacobs mencatatkan sejarah sebagai pelari pertama dari Italia yang merebut medali emas dalam nomor lari paling bergengsi, yakni 100m putra di Olimpiade Tokyo.

Tak hanya itu, Jacobs juga menjadi pemilik mahkota lari 100m putra di Olimpiade setelah pensiunnya legenda Jamaika Usain Bolt, yang selalu mendominasi podium utama dalam tiga Olimpiade terakhir.

Pelari berusia 26 tahun itu datang sebagai non-unggulan, tetapi berhasil mengalahkan para pelari dunia papan atas yang difavoritkan juara, seperti Fred Kerley dari Amerika Serikat dan Andre de Grasse dari Kanada yang masing-masing meraih perak dan perunggu.

4. Elaine Thompson-Herah

Atlet Jamaika Elaine Thompson-Herah  memenangkan final lomba lari 200 meter putri  Olimpiade Tokyo 2020 di Stadion Olimpiade di Tokyo pada 3 Agustus 2021.
Atlet Jamaika Elaine Thompson-Herah memenangkan final lomba lari 200 meter putri Olimpiade Tokyo 2020 di Stadion Olimpiade di Tokyo pada 3 Agustus 2021. (AFP/JAVIER SORIANO)

Sprinter putri Jamaika Elaine Thompson-Herah juga mencetak sejarah dengan mengawinkan medali emas 100m dan 200m Olimpiade Tokyo 2020 yang mengulangi kesuksesan yang dia torehkan dalam Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.

Prestasi tersebut kian menegaskan status pelari berusia 29 tahun itu sebagai ratu sprint dunia karena dia sukses menjadi perempuan pertama yang memenangi dua medali emas 100m dan 200m Olimpiade secara berturut-turut.

5. Yulimar Rojas​​​​​​​

Atlet Venezuela Yulimar Rojas memecahkan rekor dunia lompat jangkit putri yang telah bertahan 26 tahun lamanya saat tampil dalam babak final dan meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020.

Rojas membukukan lompatan sejauh 15,67 meter di Tokyo dan membuatnya menghapuskan nama atlet Ukraina Inessa Kravets, yang sebelumnya memegang rekor lompat jangkit putri dengan lompatan 15,50 meter pada 1995 silam.

Tak hanya mematahkan rekor dunia, Rojas yang meraih perak di Rio 2016 itu menjadi atlet perempuan pertama peraih medali emas untuk Venezuela di ajang Olimpiade.

6 dan 7. Mutaz Barshim dan Gianmarco Tamberi​​​​​​​

Mutaz Essa Barshim (kanan) dan Gianmarco Tamberi dari Italia  pose bersama di podium seusai meraih medali emas lompat tinggi putra Olimpiade Tokyo 2020 pada 2 August 2021.
Mutaz Essa Barshim (kanan) dan Gianmarco Tamberi dari Italia pose bersama di podium seusai meraih medali emas lompat tinggi putra Olimpiade Tokyo 2020 pada 2 August 2021. (AFP/INA FASSBENDER)

Sportivitas tertinggi ditunjukkan oleh atlet Qatar Mutaz Barshim yang membujuk penyelenggara agar medali emas bisa dibagi dengan teman sekaligus rivalnya, Gianmarco Tamberi dari Italia dalam babak final lompat tinggi putra Olimpiade Tokyo 2020.

Permintaan tersebut diajukan ketika Barshim dan Tamberi mencatatkan lompatan yang sama setinggi 2,37m dan tidak ada percobaan yang gagal sampai mereka harus melakukan lompatan setinggi 2,39m demi perebutan medali emas.

Setelah masing-masing atlet gagal dalam tiga kali percobaan, seorang ofisial menawarkan satu lompatan penentu. Namun Barshim justru menawarkan agar mereka bisa berbagai medali emas, yang langsung disetujui oleh ofisial tersebut.

“Dia adalah salah satu teman terbaik saya, tidak hanya di trek, tetapi di luar trek. Kami bekerja sama. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Ini adalah semangat sejati, semangat olahragawan, dan kami di sini menyampaikan pesan ini,” kata Barshim.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved