Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Olimpiade Tokyo 2020

CERITA Boy Pohan: Sosok Wasit Indonesia yang Pimpin Final Tinju Olimpiade Tokyo 2021

Boy Pohan dipercaya menjadi wasit pada laga final kelas menengah (69-75 kg) putra.

Editor: Kambali
Dok. NOC Indonesia via Kompas.com
Muhammad Arisa Putra Pohan alias Boy Pohan saat memimpin laga tinju pada Olimpiade Tokyo 2020. 

TRIBUN-BALI.COM - Simak cerita Boy Pohan yang merupakan wasit asal Indonesia yang memimpin final tinju di ajang Olimpiade Tokyo 2020 di artikel ini.

Indonesia mempunyai "wakil" dalam cabang olahraga tinju pada Olimpiade Tokyo 2020, yang telah berakhir beberapa hari lalu, tepatnya pada Minggu, 8 Agustus 2021.

Baca juga: Daftar Rekor Dunia yang Pecah di Olimpiade Tokyo

Adalah Muhammad Arisa Putra Pohan.

Ia adalah sosok wasit tinju asal Indonesia, yang turut menjadi "pengadil" pada laga-laga adu jotos Olimpiade Tokyo 2020.

Bahkan, Muhammad Arisa Putra Pohan dipercaya menjadi wasit pada laga final kelas menengah (69-75 kg) putra.

Adalah pertandingan antara Sousa Herbert (Brasil) melawan Khyzhnik Oleksandr (Ukraina) di Kokugikan Arena, Tokyo, Sabtu, 7 Agustus 2021.

Sosok yang akrab disapa Boy Pohan itu merupakan International Technical Officials (ITO) tinju pertama dari Indonesia yang dipercaya memimpin pertandingan Olimpiade.

Baca juga: Inilah 10 Atlet Paling Menawan Penampilannya di Olimpiade Tokyo 2020

Baca juga: Bincang dengan Ayahanda Apriyani Rahayu Peraih Emas Olimpiade, Amirudin: Anak Saya Selalu Juara

Bagi Boy Pohan, memimpin laga final tak hanya sekadar menjadi kebanggaan, tetapi juga tantangan karena kredibilitas kariernya sebagai wasit dipertaruhkan.

"Ada 29 wasit yang dipilih Boxing Task Force (BTF) untuk memimpin pertandingan Olimpiade dan empat wasit dieliminasi karena kinerja," kata Boy Pohan, dalam siaran pers dari NOC Indonesia, Kamis, 12 Agustus 2021.

Baca juga: Bincang dengan Ayahanda Apriyani Rahayu, Peraih Emas Olimpiade, Ingin Anaknya Jadi Pelatih

"Khusus untuk laga semifinal, hanya 13 wasit yang terpilih dan saya bangga bisa mewakili Indonesia sebagai wasit di Olimpiade, apalagi bisa diberi kepercayaan untuk memimpin partai final," tuturnya.

Boy Pohan pun mengungkap momen saat dia memimpin laga final tinju Olimpiade Tokyo 2020 antara Sousa Herbert (Brasil) melawan Khyzhnik Oleksandr (Ukraina) di kelas menengah (69-75 kg) putra.

Baca juga: Medali Emas Voli Putri Jadi Penentu AS Meraih Juara Umum Olimpiade Tokyo 2020

Pada laga final itu, Boy Pohan menyatakan Hebert menang secara knockout (KO) atas Oleksandr.

Sebab, keputusan KO yang Boy Pohan putuskan ditetapkannya pada hitungan keempat.

"Oleksandr saat itu sudah memimpin dua ronde.

Namun, saat Herbert memukul Oleksandr, saya melihat pandangan matanya sudah berbeda, tidak fokus sehingga saat itu saya putuskan KO pada hitungan keempat," kata Boy yang langsung mendapat pujian dari technical delegate.

"Memang ada protes, tetapi tim medis saat itu juga menilai Oleksandr tidak bisa melanjutkan pertandingan dan dia juga mengatakan sorry ke saya ketika pertandingan selesai," ucapnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved