Serba Serbi
Mengenal Seni Bangunan, Mulai dari Jenis Hingga Maknanya di Bali
Seni bangunan tidak kalah pentingnya untuk menunjang pelaksanaan agama Hindu.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Karsiani Putri
Ini pun dipegang teguh sampai hari ini di Pulau Dewata.
Khususnya untuk membangun rumah khas Bali.
BACA JUGA: Berikut Ini Jadwal Layanan SIM Drive Thru Polresta Denpasar Selama Bulan Agustus 2021
Hal itu berkaitan karena umat Hindu menjalankan dan melandaskan pada ajaran Bhakti Marga, Karma Marga, Jnana Marga dan Raja Marga dalam mencapai kebahagiaan hidup.
Umat biasanya akan mempersembahkan yang paling baik kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
BACA JUGA: Dampak Dari PPKM Berjilid-jilid, Ekonom Celios Perkirakan Jumlah Penduduk Miskin Akan Bertambah
Sehingga dengan demikian, model bangunan untuk tempat suci juga dibuat berlainan dengan bangunan untuk pawongan atau yang dikenal bale saat ini.
Biasanya bangunan untuk tempat suci dibuat seindah mungkin dengan bahan pilihan dengan hiasan dan seni pahat yang luar biasa.
Layaknya seni relief, seni patung, dan termasuk seni lukis dalam memperkaya dan mewujudkan kesatuan bentuk yang indah.
Terlebih lagi bila disertai dengan seni banten atau majejaitan yang mumpuni.
Sebab semua upakara memiliki arti tersendiri dalam bentuknya.
Setelah itu disempurnakan dengan kepulan asap, alunan mantra dari sulinggih atau pemangku yang menggugah suasana.
Sehingga terasa indah, asri dan hening dengan rasa spiritual religius yang tinggi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/salah-satu-bangunan-yang-menggunakan-asta-kosala-kosali-saat-membangunnya.jpg)