Berita Internasional
WHO Uji Coba 3 Obat Ini untuk Kurangi Risiko Kematian Pasien Covid-19 Parah, Indonesia Dilibatkan
Negara-negara yang mengambil bagian dalam uji coba tersebut di antaranya, Kanada, Finlandia, Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
TRIBUN-BALI.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan menguji tiga obat baru sebagai perawatan potensial untuk pasien yang terinfeksi virus Corona (Covid-19) parah di rumah sakit .
Dikutip dari Al Jazeera, WHO telah memperluas uji coba globalnya ke 52 negara.
Negara-negara yang mengambil bagian dalam uji coba tersebut di antaranya, Kanada, Finlandia, Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
Tiga obat yang diuji yaitu artesunat, imatinib dan infliximab.
Baca juga: Setelah 11 Varian Sudah Diberi Nama, Kini WHO Berencana Beri Nama Varian Covid-19 Seperti Zodiak
Ketiga obat tersebut dipilih oleh panel ahli independen karena potensinya dalam mengurangi risiko kematian pada pasien rawat inap.
Artesunate saat ini digunakan untuk obat malaria berat, imatinib untuk obat kanker tertentu, dan infliximab untuk penyakit sistem kekebalan seperti penyakit Crohn dan rheumatoid arthritis.
"Menemukan terapi yang lebih efektif dan mudah diakses untuk pasien Covid-19 tetap menjadi kebutuhan kritis, dan WHO bangga memimpin upaya global ini," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah pernyataan.
Obat-obatan itu disumbangkan untuk uji coba oleh produsen.
WHO menyelesaikan fase pertama dari apa yang disebut uji solidaritas tahun lalu.
Hingga kini, WHO bekerja sama dengan negara-negara di seluruh dunia untuk menemukan pengobatan yang efektif untuk virus corona baru dan menilai pengaruhnya terhadap kematian, tidak peduli meski pengaruhnya kecil.
Sebelumnya, empat obat telah dievaluasi oleh uji coba dengan hasil yang menunjukkan bahwa remdesivir, hydroxychloroquine, lopinavir dan interferon memiliki sedikit atau tidak berpengaruh pada pasien Covid-19.
Fase baru uji coba melibatkan 600 rumah sakit di 52 negara, 16 lebih banyak dari fase awal, dan ribuan pasien.
Perluasan uji coba dilakukan saat dunia menghadapi gelombang baru pandemi, yang dipicu oleh varian Delta yang sangat mudah menular.
Negara-negara yang belum dapat memvaksinasi sebagian besar mengalami peningkatan tambahan kasus Covid-19.
Baca juga: China Jengkel Karena WHO Akan Audit Lab Wuhan terkait Asal-usul Covid-19
WHO sejauh ini hanya merekomendasikan dua perawatan untuk Covid-19, penghambat reseptor interleukin-6, yang direkomendasikan bulan lalu, dan kortikosteroid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-logo-di-luar-gedung-organisasi-kesehatan-dunia-who.jpg)