Corona di Bali

Masuk/Keluar Bali Cukup Pakai Hasil Antigen, Pemerintah Ubah Ketentuan PPDN Melalui Bandara

Pemerintah Provinsi Bali menerapkan aturan masuk dan keluar Bali melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai

Ist/Stakeholder Relation Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali
Penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali - Masuk/Keluar Bali Cukup Pakai Hasil Antigen, Pemerintah Ubah Ketentuan PPDN Melalui Bandara Ngurah Rai 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pemerintah Provinsi Bali sebelumnya menerapkan aturan masuk dan keluar Bali melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tetap menggunakan tes PCR, namun aturan tersebut diubah kembali.

Calon penumpang pesawat menuju Bali atau sebaliknya dapat menggunakan hasil tes rapid antigen dan berlaku mulai, Kamis 12 Agustus 2021.

Keputusan itu berdasarkan Surat Sekda Provinsi Bali Nomor 947/SatgasCovid19/VIII/2021 mengenai Ketentuan Pelaku Perjalanan pada Masa Pandemi Covid-19 dari atau ke Pulau Bali.

Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Taufan Yudhistira, membenarkan persyaratan pelaku perjalanan dapat menggunakan rapid antigen.

Baca juga: Luhut Sebut Peningkatan 3T, Disiplin Prokes & Penyediaan Isoter Kunci Pengendalian Covid-19 di Bali

"Untuk yang masuk ke Bali selama itu penerbangan yang ada di Pulau Jawa bisa menggunakan hasil rapid antigen, tapi dengan catatan sudah vaksin lengkap atau sudah vaksin hingga dosis kedua. Tetapi juga bisa menggunakan hasil PCR dan minimal vaksin dosis pertama," ujar Taufan Yudhistira, Kamis 12 Agustus 2021.

Sedangkan untuk yang keluar Bali melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, calon penumpang harus melihat terlebih dahulu Bandara tujuan masuk kategori PPKM Level berapa.

"Kita menyesuaikan dengan Level PPKM Bandara tujuan, tetapi dari Bali ke Pulau Jawa itu persyaratannya bisa menyertakan hasil PCR dan minimal vaksin dosis pertama. Bisa juga menggunakan rapid antigen dengan catatan vaksin Covid-19 sudah lengkap (dosis pertama dan kedua terpenuhi)," jelasnya.

Selain ke Pulau Jawa, misalnya ke daerah Kalimantan, Sumatera atau daerah lainnya itu menyesuaikan dengan level PPKM yang ada di daerah tersebut serta memperhatikan Surat Edaran yang berlaku di daerah tersebut.

"Dari Pulau Jawa ke Pulau Bali ataupun sebaliknya itu bisa menggunakan hasil rapid antigen dengan catatan bahwa vaksinasi Covid-19 sudah lengkap atau sudah dosis kedua. Mulai berlaku hari ini," kata Taufan. (*)

Baca juga: Bincang dengan Wakil Presiden KH Maruf Amin, Ada Orang Ingin Lakukan Pengacauan

Kumpulan Artikel Corona di Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved