Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

BOR Meningkat Lagi, RSUD Buleleng Tambah 7 Ruang Perawatan Pasien Covid-19 Bergejala Sedang

jumlah pasien Covid yang dirawat di rumah sakit tersebut mencapai 120 orang, sementara kapasitas yang dimiliki untuk merawat pasien Covid sebanyak 117

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Tampak depan RSUD Buleleng. BOR Meningkat Lagi, RSUD Buleleng Tambah 7 Ruang Perawatan Pasien Covid-19 Bergejala Sedang 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Bed Occupancy Rate (BOR) di RSUD Buleleng meningkat lagi.

Pada Minggu (15/8/2021) jumlah pasien Covid yang dirawat di rumah sakit tersebut mencapai 120 orang, sementara kapasitas yang dimiliki untuk merawat pasien Covid sebanyak 117 tempat tidur.

Dirut RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha mengatakan, dengan meningkatnya BOR di RSUD, maka pihaknya kembali menambah tujuh ruangan khusus untuk pasien Covid bergejala sedang.

Ruangan yang digunakan adalah ruang VVIP lantai tiga IGD.

Baca juga: Kamar Jenazah RSUD Buleleng Tidak Overload, Dirut: Warga Bersedia Jenazah Ditangani Tim BPBD

Di ruangan tersebut, mampu menampung sebanyak 21 pasien, dan sudah mulai digunakan untuk merawat pasien Covid bergejala sedang.

"Memang ruangan ini berdekatan dengan ruang perawatan pasien umum. Namun kami sudah mengatur alur pelayanannya, sesuai dengan standar kesehatan sehingga virus tidak menyebar ke ruangan perawatan lain," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga berencana akan menambah ruang ICU khusus untuk pasien bergejala berat di ruang IGD RSUD.

Saat ini, pihaknya masih menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan berupa monitor dan ventilator. 

Penambahan ruang ICU ini kata dr Arya, terjadi karena tingkat hunian ICU yang sebelumnya sudah disediakan sebanyak 38 tempat tidur juga penuh.

Hal ini lantas membuat beberapa pasien Covid baru dengan gejala berat saat ini menumpuk di IGD.

"Per hari ini saja (Minggu,red) ada sekitar 14 pasien yang menumpuk di IGD karena ICU kami juga penuh.

Saya sudah minta tim untuk membeli sarpras yang dibutuhkan, agar sebagian ruang IGD di modif jadi ICU Covid. Semoga pengadaan alatnya bisa cepat, karena di e-katalog juga mulai langka alat-alat itu,"terangnya.

Meski  sebagian ruang IGD akan dijadikan sebagai ruang ICU Covid, dr Arya menyebut pihaknya tetap bisa melayani pasien umum.

Sebab di IGD, pihaknya tetap menyediakan tempat untuk merawat pasien dengan penyakit dalam, anak dan bedah.

Baca juga: Empat Perwira di Lingkungan Polres Buleleng Dimutasi, Dari Kabag Ops hingga Kapolsek

"Untuk pasien umum tidak ada masalah. Ruang ICU untuk pasien umum tetap ada, di lantai dua IGD. Ruang perawatan untuk anak dan ibu pasca melahirkan ada, kami modif di Gedung Sakura. Bedah juga tetap ada di gedung Kamboja. Ruang stroke dan HCU penyakit dalam  juga tetap ada. Untuk ruang perawatan untuk penyakit biasa juga masih ada di Cempaka dan Anggrek," jelasnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved