Breaking News:

Corona di Bali

Kamar Jenazah RSUD Buleleng Tidak Overload, Dirut: Warga Bersedia Jenazah Ditangani Tim BPBD

Kamar jenazah di RSUD Buleleng saat ini belum mengalami overload. Jumlah jenazah yang dititip di RSUD Buleleng hingga Minggu 15 Agustus 2021 tercatat

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Pihak rekanan saat melakukan proses pemasangan sejumlah alat untuk ruang khusus tindakan disinfeksi di ruang jenazah RSUD Buleleng. 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Kamar jenazah di RSUD Buleleng saat ini belum mengalami overload.

Jumlah jenazah yang dititip di RSUD Buleleng hingga Minggu 15 Agustus 2021 tercatat hanya berjumlah 14 orang.

Sementara daya tampung yang dimiliki sebanyak 25.  

Dirut RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha dikonfirmasi melalui saluran telepon mengatakan, tidak overload-nya kamar jenazah di RSUD Buleleng disebabkan karena keluarga dari jenazah yang meninggal karena terkonfirmasi positif Covid rata-rata sudah memahami terkait prosedur  penguburan atau kremasi jenazah terkonfirmasi.

Baca juga: Empat Perwira di Lingkungan Polres Buleleng Dimutasi, Dari Kabag Ops hingga Kapolsek

Warga Buleleng sebagian besar telah mempercayai proses penguburan atau kremasi yang dilakukan oleh tim BPBD Buleleng

"Kami selalu mengimbau keluarga dari jenazah, untuk mematuhi peraturan penguburan atau kremasi jenazah terkonfirmasi."

"Setelah kami berikan pemahaman seperti itu, keluarga akhirnya bersedia proses penguburan atau kremasinya dilakukan oleh tim BPBD."

Baca juga: Atasi Persoalan Sampah, Buleleng Dapat Bantuan Pembangunan 3 Unit TPS3R dari Kementerian PUPR

"Sehingga jenazah tidak menumpuk. Kalau banyak yang tidak rela jenazah ditangani oleh BPBD mungkin akan menumpuk," ucapnya. 

Disinggung terkait Surat Edaran Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali Nomor  078/PHDI-Bali/VIII/2021 tentang penitipan jenazah di rumah sakit maksimal hanya dua hari, dr Arya mengaku siap mengikuti intruksi tersebut.

"Kami siap ikuti intruksi PHDI tersebut. Bahkan kalau bisa tidak ada jenazah terkonfirmasi yang dititip."

"Karena kalau jenazah dititip, kasian keluarganya terkena biaya penitipan. Makanya kami selalu mengimbau keluarga dari jenazah yang terkonfirmasi itu, agar mengikuti prokes, agar terbebas dari biaya," jelasnya. (*)

Berita lainnya di Berita Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved