Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Kunjungan Wisatawan ke Bali Turun 88 Persen Dibanding Sebelum Penerapan PPKM

Penurunan itu diketahui dari hasil pantauan melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, yang menghitung Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama PPKM

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Firizqi Irwan
Kadispar Bali I Putu Astawa (depan kiri) ditemui di Gedung Pawiba Denpasar, Senin 16 Agustus 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selama penerapan PPKM Darurat, kunjungan wisatawan Domestik ke Bali hingga saat ini masih mengalami penurunan.

Penurunan itu diketahui dari hasil pantauan melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, yang menghitung Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama PPKM.

Bahkan dalam sehari di masa PPKM, Kadispar Bali I Putu Astawa menyebut PPDN yang datang ke Bali hanya mencapai 900 hingga 800, meskipun semua itu bukan para pelancong.

"Perkiraan sekitar 500 wisatawan domestik per hari yang datang ke Bali. Kebanyakan dari Jakarta, Surabaya, Sulawesi dan Lombok," ujar I Putu Astawa, Senin 16 Agustus 2021.

Baca juga: PPKM Level 4 Jawa Bali Berakhir Hari Ini, Berikut Sejumlah Faktanya Sepekan Terakhir

Bahkan Putu Astawa menjelaskan lebih lanjut, sebelum PPKM Darurat wisatawan domestik datang ke Bali bisa mencapai 7.000 hingga 8.000 per hari.

Putu Astawa juga menyebut kunjungan wisatawan ke Bali pernah menembus 10.000 dan saat program Work From Bali (WFB) kunjungan wisatawan tembus 13 ribu per hari.

Namun saat ini kunjungan wisatawan mengalami penurunan drastis hingga 88 persen.

"Iya, 88 persen penurunannya dibandingkan sebelum PPKM," ungkap Putu Astawa.

Kendati demikian, Kadispar Bali memprediksi nantinya wisatawan yang datang ke Pulau Dewata akan kembali ramai setelah kasus Covid-19 menurun dan pencapaian vaksinasi di Bali telah mencapai target 70 persen.

"Saya punya prediksi kalau menurut WHO, apabila 70 persen masyarakat Bali sudah tervaksin akan terjadi herd imunty atau kekebalan kelompok,"

"Kalau vaksinasi kedua sekitar akhir bulan September, mudah-mudahan itu benar. Sehingga masyarakat kita sudah 70 persen tervaksin pasti sudah turun covid-19," terangnya.

Mengenai vaksin, Astawa menyebut apabila vaksinasi tahap kedua usai di akhir bulan September 2021 dan kasus covid-19 menurun, pihaknya tentu akan mengupayakan pembukaan wisata bagi turis asing dan menyiapkan segala fasilitas penunjang bagi wisatawan.

"Kita ingin ada open border, selain itu kita menyiapkan SOP untuk kedatangan wisatawan di Bandara sampai ke Hotel,"

"Kemudian juga (terkait) penegakkan covid-19 dilakukan, lalu green zone kita buat di Nusa Dua, Sanur dan Ubud.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved