Breaking News:

Berita Bali

Kunjungan Wisatawan ke Bali Turun 88 Persen Dibanding Sebelum Penerapan PPKM

Penurunan itu diketahui dari hasil pantauan melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, yang menghitung Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama PPKM

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Firizqi Irwan
Kadispar Bali I Putu Astawa (depan kiri) ditemui di Gedung Pawiba Denpasar, Senin 16 Agustus 2021. 

"Saya punya prediksi kalau menurut WHO, apabila 70 persen masyarakat Bali sudah tervaksin akan terjadi herd imunty atau kekebalan kelompok,"

"Kalau vaksinasi kedua sekitar akhir bulan September, mudah-mudahan itu benar. Sehingga masyarakat kita sudah 70 persen tervaksin pasti sudah turun covid-19," terangnya.

Mengenai vaksin, Astawa menyebut apabila vaksinasi tahap kedua usai di akhir bulan September 2021 dan kasus covid-19 menurun, pihaknya tentu akan mengupayakan pembukaan wisata bagi turis asing dan menyiapkan segala fasilitas penunjang bagi wisatawan.

"Kita ingin ada open border, selain itu kita menyiapkan SOP untuk kedatangan wisatawan di Bandara sampai ke Hotel,"

"Kemudian juga (terkait) penegakkan covid-19 dilakukan, lalu green zone kita buat di Nusa Dua, Sanur dan Ubud.

Harapan kita di akhir September vaksinasi ke dua itu akan terjadi penurunan," tambahnya.

Baca juga: Pemantauan PPKM Level 4 di Denpasar, 21 Orang yang Berkerumun Dibubarkan

Sementara itu, I Putu Astawa mengatakan apabila kasus covid-19 telah melandai atau menurun tentu berdampak pada kunjungan wisatawan asing.

Meskipun begitu, Dinas Pariwisata Provinsi Bali akan membuka pariwisata di Bali secara bertahap.

"Jujur saya katakan memang agak susah memprediksikan (kapan dibuka kembali wisata), tetapi kalau kita bicara menunggu nol (angka) covid-19 rasanya agak berat," kata Putu Astawa.

Dalam hal ini, Kadispar Bali I Putu Astawa mempunyai harapan agar nantinya ekonomi bisa jalan dan kesehatan juga bisa diantisipasi.

"Iya kita buka secara bertahap jangan sampai semua negara kita buka untuk Bali. Tapi untuk negara-negara yang resiko covidnya rendah,"

"Misalnya, dimana negara yang sudah tervaksin banyak sehingga orang-orang yang ke Bali sudah menunjukkan surat keterangan vaksin. Bisa kita buka dulu secara berharap melalui travel bubble," tutup I Putu Astawa.(*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved