Breaking News:

Berita Buleleng

RSUD Buleleng Mulai Turunkan Tarif RT-PCR

RSUD Buleleng mulai menurunkan tarif pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), sebesar Rp 495 ribu dari sebelumnya Rp 900 ribu.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: M. Firdian Sani
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Dirut RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - RSUD Buleleng mulai menurunkan tarif pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), sebesar Rp 495 ribu dari sebelumnya Rp 900 ribu.

Penurunan tarif ini dilakulan sesuai dengan Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor: HK.02.02/I/2845/2021, tanggal Senin (16/8).

Dirut RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha mengatakan, saat SE  dikeluarkan oleh Kemenskes, keesokan harinya atau tepatnya pada Selasa (17 Agustus) pihaknya langsung menindakalnjuti SE tersebut.

Kendati ada penurunan harga, dr Arya mengaku pihaknya tidak mengalami kerugian, sebab harga bahan baku untuk pemeriksaan RT-PCR di tingkat produsen juga ikut diturunkan oleh Kemenkes.

Tarif RT-PCR Turun, Angkasa Pura Airport Optimis Trafik Penerbangan Akan Meningkat

Setela terjadi penurunan tarif ini, dr Arya mengaku jumlah masyarakat yang melakukan pemeriksaan RT-PCR mandiri tidak mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Di mana, sejak Selasa hingga Jumat,  jumlah yang melakukan pemeriksaan mandiri hanya sebanyak 80 orang. Sementara saat tarif masih sebesar Rp 900 ribu, jumlah warga yang melakukan pemeriksaan RT-PCR rata-rata sebanyak 10 orang per hari.

Disisi lain, terkait rencana penggunaan sebagian ruang IGD sebagai ruang ICU untuk pasien Covid-19 bergejala berat dan kritis, kata dr Arya batal dilakukan.

Mengingat beberapa hari belakangan ini kasus terkonfirmasi mulai menurun.

Dinkes Bali Ancam Sanksi Faskes Bandel, Tarif Tes PCR Rp 495 Ribu Mulai Berlaku

Namun demikian, pihaknya akan tetap menambah jumlah bed khusus untuk pasien bergejala berat dan kritis, di lantai dua gedung Lely, sebagai bentuk antisipasi kembali melonjaknya kasus terkonfirmasi.

"Saya sih masih ragu mengatakan apakah kasus terkonfirmasi saat ini mulai menurun. Namun jika melihat data di minggu ke tiga ini, kasus terkonfirmasi mulai ada penurunan.  Sebelumnya sebagian IGD memang kami rancang menjadi ICU Covid, agar penanganan lebih cepat. Namun karena kasus mulai menurun, lokasinya kami geser ke lantai dua Lely," ucapnya. (rtu)

Ikuti berita terkini Tribun Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved