Serba Serbi
Kajeng Kliwon Pamelas Tali Berbarengan dengan Purnama dan Watugunung Runtuh
Hari ini, Minggu 22 Agustus 2021, berbarengan dengan rahina suci Kajeng Kliwon Pamelas Tali serta Watugunung Runtuh dan Purnama Sasih Katiga
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
"Adanya penyebutan Kajeng Kliwon Pamelas Tali tidak bisa lepas dengan mitologi matinya I Watugunung yang dibunuh oleh Bhatara Wisnu. I Watugunung adalah anak seorang raja Kundala Dwipa yang bernama Dang Hyang Kula Giri," jelas mantan kepala sekolah ini.
Raja ini mempunyai dua orang istri, yaitu Dewi Sinta dan Dewi Landep.
Pada saat Dewi Sinta sedang hamil, ditinggalkan oleh sang raja untuk bertapa.
Namun lama sang raja tidak datang ke kerajaan sampai akhirnya hamilannya Dewi Sinta semakin besar dan usianya semakin tua.
Dewi Sinta yang gelisah menyusul ke pertapaan, namun sayang karena usia kandungan sudah tua, akhirnya lahir di dalam perjalanan, namun naas anak itu lahir dan jatuh di atas batu besar dan lebar.
Sehingga dinamakan anak itu I Watugunung, oleh Bhatara Brahma.
Bahkan mendapat anugerah dari Bhatara Brahma menjadi anak sakti mandraguna dan tidak bisa mati oleh siapapun kecuali oleh Bhatara Wisnu.
Baca juga: Kelahiran Buda Pon Watugunung, Bersifat Sabar dan Bergairah
Oleh karena saktinya itu, ia menjadi sombong angkuh, ingin menguasai semua kerajaan.
"Jadi memang benar banyak raja takluk kepadanya," imbuhnya.
Singkat cerita, suatu saat I Watugunung juga menyerang kerajaan ayahnya, dan menaklukkan kedua ibundanya.
Karena ketidaktahuannya, ia malah memperistri kedua permaisuri ayahnya.
Yang tak lain adalah ibundanya.
Suatu saat sedang bercengkerama untuk mencari kutu, di kepala I Watugunung.
Barulah Dewi Sinta teringat bahwa dulu anak ini pernah dipukul dengan sendok nasi pada saat anak ini minta makan tetapi belum masak.
Kenangan lama ia bersama Watugunung sebelum ia pergi dari rumah.