Breaking News:

Serba Serbi

Sarana Upakara Hari Saraswati, Berikut Sesajen Paling Nista Menurut Lontar Sundarigama

Besok, Sabtu 28 Agustus atau Saniscara Umanis adalah hari bertepatan dengan Hari Suci Saraswati.

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Ilustrasi sembahyang Saraswati - suasana sembahyang di Pura Dalem Pangembak 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Besok, Sabtu 28 Agustus atau Saniscara Umanis adalah hari bertepatan dengan Hari Suci Saraswati.

Hari suci yang diperingati enam bulan sekali ini, merupakan salah satu hari suci yang dinanti-nantikan umat Hindu di Indonesia, khususnya juga di Bali.

Sebab merupakan pemujaan ke hadapan Dewi Saraswati, sebagai perlambang ilmu pengetahuan. 

Baca juga: Sebanyak 78 Cakep Lontar Koleksi Museum Semarajaya Dikonservasi Jelang Hari Saraswati

Dalam kitab Sundarigama, disebutkan sesajen paling nista terdiri atas suci, peras, daksina, penek, ajuman, sasayut saraswati, sagara gunung, parangkatan putih kuning, canang wangi-wangi, daging itik, daksina palinggihan Saraswati, kembang pahes, sekar cane, canang yasa, dan perlengkapan lainnya. Kemudian seluruh pustaka yang menggunakan aksara, sebagai tempat bersemayam Dewi Saraswati dibuatkan sesajen

Serta dipuja dengan bunga harum, dimohonkan air suci kehadapan Dewa Matahari.

Umat diperkenankan melakukan pemujaan atas kebesaran dan kemuliaan Bhatari Saraswati.

Baca juga: Penekun Spiritual dan Klian Dadia di Klungkung Diminta Antisipasi Kerumunan Saat Perayaan Saraswati

Disebutkan pula upacara pemujaan Bhatari Saraswati yang tergolong utama, adalah jenis upacara yang menggunakan sarana upakara berupa sanggar tutwan, suci muka 2, daksina agung sarwa 4, catur rebah, ardhanareswari dewi.

Lengkap sesuai dengan tata aturan sesajen catur, lalu memakai penek satu parangbakat dan penek kuning satu parangbakat.

Serta daging serba suci. Kemudian sesajen untuk di bawah ditujukan kepada bhuta kala.

Baca juga: Makna Dewi Saraswati di Dalam Weda Menurut Keyakinan Hindu

Terdiri atas pabangkit satu soroh, daging itik, sasayut 7 swahan, prayascita lwih, dilengkapi dengan pangambean agung alit, tumpeng guru satu buah, daging itik putih jambul. Semua sesajen ini dipersembahkan kepada Dewi Saraswati. (*)

Artikel lainnya di Serba serbi

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved