Berita Gianyar
Malam Puncak Sastra Saraswati Sewana, Kembali ke Akar, Kesadaran, dan Kemanusiaan
Malam Puncak Sastra Saraswati Sewana dilaksanakan secara hybrid, pada hari suci Saraswati, Saniscara Umanis Watugunung 28 Agustus 2021
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
Puisi, cerpen, satua, kidung, kakawin, geguritan, menurutnya adalah kesadaran itu sendiri dan buat dari kemanusiaan itu sendiri.
Dalam konteks tersebut, Sastra Sarasawati Sewana sebagai Pemarisudha Gering Agung dapat diibaratkan sebagai pil pahit.
"Pil atau obat yang menyehatkan, namun tidak akan hebat dan mujarab kalau tidak ada kesadaran pengetahuan, kesadaran kaweruhan, dan kesadaran kemanusiaan," ungkap Sukardi Rinakit yang akrab di sapa Cak Kardi.
Setelah penyerahan dana apresiasi, acara diakhiri pertunjukan 'Sih', sebuah dongeng visual tentang kelahiran seorang manusia yang penuh kasih kepada semesta.
Dongeng yang memaknai perjalanan manusia ke bumi dengan beribu bapa pengetahuan, aksara dan sastra.
Pertunjukan seni yang sarat makna ini disutradarai sutradara muda berbakat Kamila Andini dengan koreografer Ida Ayu Wayan Arya Setyani.
Lalu para penampil dari Yayasan Bumi Bajra Shandi, Wayang Sunar, Ayu Laksmi, dan Aryani Willems.
Di akhir sambutannya, Ari menyampaikan terima kasih kepada para menteri Kabinet Indonesia Maju.
Juga Gubernur Bali serta para sponsor atas dukungan bagi sukses penyelenggaraan acara ini.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pertunjukan-sih-dalam-malam-puncak-sastra-saraswati-sewana-di-puri-kauhan-ubud.jpg)