Berita Denpasar

Yayasan Sayangi Bali Bagikan Paket Sembako untuk Warga Terdampak Pandemi, Terutama yang Punya Bayi

Jumlah donatur yang berkurang ternyata tidak membuat langkahnya terhenti untuk saling berbagi juga dengan masyarakat sekitar.

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Yayasan Sayangi Bali ketika donasikan sembako dan keperluan bayi seperti susu formula dan pampers pada Minggu (29 Agustus 2021). 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pandemi Covid-19 yang tak berkesudahan ini membuat banyak pihak terketuk pintu hatinya.

Bagaimana tidak, pandemi ini secara tidak langsung membunuh sektor perekonomian masyarakat secara keseluruhan.

Namun dibalik sekelumit kisah pandemi ini masih ditemukan beberapa orang yang peduli akan sekitarnya.

Mungkin selama ini banyak masyarakat khususnya di Pulau Dewata yang melakukan kegiatan sosial berbagi dengan sesama untuk saling meringankan. Salah satunya Yayasan Sayangi Bali Denpasar.

Baca juga: Kunjungi Fasilitas Isoter di Denpasar, Kapolri dan Panglima TNI Berharap PPKM di Bali Turun Level

Jumlah donatur yang berkurang ternyata tidak membuat langkahnya terhenti untuk saling berbagi juga dengan masyarakat sekitar.

Bantuan ini difokuskan pada masyarakat yang memiliki bayi.

Hal tersebut dikarenakan bayi memang memerlukan penanganan dan perawatan yang lebih.

Ketika ditemui, Ketua Yayasan Sayangi Bali, Dewa Putu Wirata mengatakan sudah sebanyak 150 paket sembako diberikan selama bulan Agustus ini.

"Paket Sembako yang sudah diberikan untuk masyarakat sejumlah 150 paket dibulan Agustus ini.

Isinya satu paket sembako beras 5 kilogram, beberapa mie instan, minyak goreng, makanan untuk bayi, telur dan pampers," ungkapnya pada, Minggu (29 Agustus 2021).

Dewa mengatakan bagi masyarakat yang memang membutuhkan bantuan berupa sembako bisa mendaftarkan dirinya lewat media sosial WhatsApp Yayasan Sayangi dan dapat mengecek langsung bagaimana sistem pembagian sembako di Instagram @yayasansayangibali.

"Jadi harus daftar dulu dan mengikuti antrian ya, kami tidak berikan yang meminta sembako dengan cara 'nyelonong'.

Kecuali memang kondisi anaknya disabilitas, maka akan diberikan langsung tanpa ikut antrian," tambahnya.

Paket sembako ini didapatkannya dari para donatur yang masih aktif dan dari Yayasan sendiri.

Baca juga: Pengunjung Sudah Datang Sejak Pagi, Putar Balik Karena Pantai Mertasari Denpasar Ditutup

Kegiatan pemberian sembako untuk warga terdampak ini dilakukan setelah anak-anak Yayasan Sayangi Bali sudah tercukupi kebutuhannya. (*)

Artikel lainnya di Berita Denpasar

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved