Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bom Bunuh Diri

Ternyata Pelopor Taktik Bom Bunuh Diri Bukan Teroris Timur Tengah tapi Macan Tamil, Siapa Mereka?

Pihak berwenang AS telah memasukkan Macan Tamil ke dalam daftar Organisasi Teroris Asing.

Penulis: Sunarko | Editor: Sunarko
afp/wakil kohsar
Seorang anggota pasukan Taliban berdiri menjaga lokasi bekas ledakan bom bunuh diri kembar di sekitar Bandara Internasional Kabul, Afghanistan, Sabtu 27 Agustus 2021 lalu. Dua bom bunuh diri yang terjadi pada 26 Agustus 2021 itu menewaskan setidaknya 90 orang, termasuk 13 anggota pasukan Amerika Serikat. Kelompok teroris ISIS-K mengklaim serangan bunuh diri itu dilakukan oleh anggotanya. 

DENPASAR, TRIBUN-BALI.COM – Pada Kamis 26 Agustus 2021 dunia kembali menyaksikan serangan bom bunuh diri dahsyat di Afghanistan.

Menurut laporan terakhir, bom bunuh diri di kawasan Bandara Kabul, ibukota Afghanistan, merenggut nyawa dari setidaknya 90 orang, termasuk dari kalangan militer Amerika Serikat (AS).

Sekitar 150 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat ledakan dua bom itu, yang diklaim dilakukan oleh kelompok teroris ISIS-K.

Dua pengebom bunuh diri meledakkan dirinya sambil mendekati kerumunan orang di kawasan bandara itu.

Bagi sebagian kalangan awam, pengeboman bunuh diri (suicide bombing) boleh jadi erat dikaitkan dengan  kelompok militan islamis di Timur Tengah.

Sampai tingkat tertentu, hal itu bisa dipahami, karena dalam hampir 20 tahun terakhir, kejadian-kejadian bom bunuh diri cukup banyak terjadi di Timur Tengah serta di negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim seperti Irak, Afghanistan, Pakistan, Suriah, dan lain-lain.  

Namun demikian, itu ternyata tidak berarti bahwa tempat kelahiran (birthplace) taktik bom bunuh diri dan pengebom bunuh diri (suicide bomber) adalah di negara-negara Timur Tengah.

Para ahli tentang kajian terorisme sepakat bahwa bom bunuh diri sebagai sebuah metode perlawanan dan serangan di era modern lahir di Sri Lanka.

Walaupun serangan bunuh diri (suicide attack) memiliki akar sejarah yang panjang bahkan hingga beberapa abad yang lalu, serta tidak diketahui secara pasti siapa yang melahirkannya, namun para pakar sependapat: bom bunuh diri sebagai senjata baru di era modern dipelopori oleh para gerilyawan Macan Pembebasan Tamil Ealam (The Liberation Tigers of Tamil Ealam/ LTTE) di Sri Lanka.

Macan Pembebasan Tamil Ealam, yang biasa disebut Macan Tamil, adalah kelompok pemberontakan yang memperjuangkan pemisahan wilayah (separatisme) dari Sri Lanka –negara di kawasan Samudera Hindia yang mayoritas penduduknya memeluk Buddhisme.

Bahkan, Macan Tamil memiliki unit khusus pengebom bunuh diri (suicide bomber) yang disebut Black Tiger.

Kelompok yang beranggotakan warga etnis Tamil ini mengupayakan kemerdekaan di utara dan timur wilayah negara Sri Lanka, yang didominasi oleh etnis Sinhala.

“Kelompok Macan Tamil adalah yang terutama bertanggung jawab dalam mengembangkan bom bunuh diri sebagai senjata teroris. Dan itu kemudian ditiru oleh kelompok-kelompok teroris di Pakistan, Afghanistan, Irak dan negara-negara lain,” kata Riaz Hassan, profesor emeritus Sosiologi di Universitas Flinders, Australia, yang ahli dalam kajian serangan bunuh diri seperti dikutip dari Time edisi 25 April 2019.

Disebutkan, Macan Tamil melembagakan taktik bom bunuh diri  selama perang gerilya mereka melawan pasukan pemerintah Sri Lanka dari tahun 1983 hingga 2009.

Pertama kali, Macan Tamil menggunakan taktik bom bunuh diri dalam serangan terhadap tentara Sri Lanka pada tahun 1987.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved