Breaking News:

Berita Tabanan

3 Kasus Kekerasan Seksual pada Anak Terjadi Hingga Agustus 2021 di Tabanan

Selama ini, kasus kekerasan tak sampai dilaporkan, namun justru kekerasan seksual terhadap anak sudah terjadi 3 kali.

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana saat Dinas Sosial Tabanan menggelar rapat koordinasi dan sinkronisasi lintas sektor tentang pencegahan kekerasan terhadap anak di Kantor Bupati Tabanan, Selasa 31 Agustus 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Dinas Sosial Tananan menggelar rapat koordinasi dan sinkronisasi lintas sektor tentang pencegahan kekerasan terhadap anak di Kantor Bupati Tabanan, Selasa 31 Agustus 2021.

Upaya ini dilakukan bertujuan untuk menekan dan mengawasi bersama terhadap kemungkinan terjadinya persoalaan kasus kekerasan terhadap anak di Tabanan.

Selama ini, kasus kekerasan tak sampai dilaporkan, namun justru kekerasan seksual terhadap anak sudah terjadi 3 kali.

"Selama ini untuk kasus kekerasan anak memang tak pernah dilaporkan. Mungkin saja ada kejadiannya di lapangan, namun tak sampai dilaporkan.

Baca juga: Warga Tabanan Antusias Mengikuti Gerai Vaksinasi Massal Covid-19

 Sehingga dengan kegiatan ini kami harapkan bisa mendapat masukan serta laporan dari lapangan nantinya," kata Kepala Dinas Sosial PPA Tabanan, I Nyoman Gede Gunawan Selasa 31 Agustus 2021 sembari menegaskan tentunya ini yang menjadi perhatian semua pihak, jangan sampai dampaknya nanti negatif pada pertumbuhan karakter anak.

Namun, kata Gunawan, yang terjadi sampai ada laporan selama ini yakni kekerasan seksual pada anak.

Di tahun 2021, dari bulan Januari sampai dengan Agustus, sedikitnya ada tiga kasus kekerasan seksual pada anak.

 Angka ini sudah mengalami penurunan dibandingkan tahun 2020 lalu yakni sebanyak enam kasus.

"Atas laporan kekerasan seksual pada anak ini, tentu kita dampingi lewat Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) dan P2A kita," ungkapnya.

Gunawan melanjutkan, kegiatan koordinasi lintas sektor ini tidak hanya akan fokus membahas masalah pada anak saja, melainkan juga masalah kekerasan pada perempuan.

"Artinya kita bertahap nanti, semoga saja tidak ada lagi terjadi kasus-kasus yang dimaksud ini baik itu kekerasan anak dan perempuan serta lainnya yang menyangkut perempuan dan anak," harapnya.(*)

Artikel lainnya di Berita Tabanan

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved