Berita Buleleng
Masuki Musim Kemarau, 17 Hektar Sawah di Buleleng Alami Gagal Panen
Masing-masing di Subak Sidayu Kelurahan Penarukan seluas 16.49 hektar, serta di Subak Anyar Penglatan seluas 1 hektar.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Musim kemarau yang terjadi di Buleleng saat ini berdampak pada komoditas pertanian.
Tercatat sudah ada 17.49 hektar sawah yang terletak di Kecamatan Buleleng, mengalami fuso atau gagal panen.
Kepala Dinas Pertanian Buleleng, I Made Sumiarta dikonfirmasi Selasa (31/8/2021) mengatakan, 17.49 hektar tanaman padi yang mengalami gagal panen itu tersebar di dua subak yang ada di Kecamatan Buleleng.
Masing-masing di Subak Sidayu Kelurahan Penarukan seluas 16.49 hektar, serta di Subak Anyar Penglatan seluas 1 hektar.
Baca juga: RSUD Buleleng Siapkan Poli Khusus Covid-19, Mulai Beroperasi Pekan Depan
Gagal panen ini terjadi lantaran kedua subak itu mengalami krisis air, sehingga padi-padi yang telah ditanam pun mati kekeringan.
Selain itu, ada beberapa subak yang juga mengalami kerusakan ringan, sedang dan berat akibat musim kemarau.
Untuk kerusakan ringan, seluas 40.38 hektar, tersebar di sembilan subak yang ada di Kecamatan Buleleng, Kecamatan Sawan, Kecamatan Sukasada, dan Kecamatan Kubutambahan.
Sementara kerusakan sedang seluas lima hektar tersebar di lima subak yang ada di Kecamatan Buleleng.
Sedangkan rusak berat terjadi pada enam hektar sawah, yang tersebar di enam subak yang ada di Kecamatan Buleleng.
Sumiarta pun mengimbau kepada para petani agar menghindari menanam padi saat musim kemarau ini.
Petani diarahkan untuk menanam palawija. Selain itu, masing-masing subak juga diminta untuk melakukan pengairan irigasi bergilir.
Serta petani juga diharapkan menanam varietas padi yang berumur pendek seperti Situbagendit dan Towuti.
Disinggung terkait bantuan yang diberikan untuk petani yang mengalami gagal panen, Sumiarta menyebut, pihaknya akan segera melakukan pendataan agar para petani mendapatkan bantuan berupa bibit dari pemerintah pusat.
"Bantuan bibit akan kami data dulu. Tidak serta merta bisa diberikan sekarang. Harus kami usulkan dulu ke pemerintah pusat. Mungkin akan diberikan saat musim tanam yang akan datang.
Baca juga: Kemarau Panjang, Bali Terancam Kekeringan, Buleleng dan Karangasem Masuk Wilayah Siaga
Bantuan bibit tentu diprioritaskan untuk subak atau kelompok tani yang mengalami kekeringan. Selain itu, masing-masing subak sudah dapat subsidi pupuk," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kondisi-tanaman-padi-milik-salah-satu-petani-yang-ada-di-desa-kerobokan-buleleng.jpg)