Berita Gianyar
Nakes Covid-19 di Gianyar Bantah Terima Pendapatan Tinggi
Tenaga kesehatan (nakes) khusus Covid-19 yang bertugas di Kabupaten Gianyar, Bali membantah mendapat pendapatan besar
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Irma Budiarti
Bukan hanya beban pekerjaan, nakes Covid-19 ini juga mengungkapkan kehidupan sosial mereka yang suram.
"Anak saya sampai dijauhi gara-gara orangtuanya menangani pasien Covid-19.
Itu yang tidak dilihat orang lain, mereka hanya melihat dari segi pendapatan.
Iya kalau pendapatan kami memang besar, tapi nyatanya kan seperti ini," keluhnya.
Ia menegaskan, menjadi nakes Covid-19 bukanlah pilihan yang disebabkan insentif.
Namun murni karena panggilan jiwa sebagai pelayan masyarakat di bidang kesehatan.
Sebab saat awal masuk sebagai Satgas Covid-19, tidak ada iming-iming pemberian insentif.
Bahkan saat itu, wacana akan mendapatkan insentif pun tidak ada.
"Awal masuk di Satgas Covid-19 kami tidak tahu akan dapat insentif.
Ternyata dari pemerintah pusat/Kemenkes memberikan insentif kepada nakes yang menangani covid.
Baca juga: Insentif Nakes Covid-19 Belum Dibayar, Mendagri Tegur 10 Kepala Daerah, Termasuk Bupati Gianyar
Mungkin dilihat risiko kami lebih besar, karena setiap hari bersentuhan dengan pasien covid.
Tapi perlu diketahui, insentif itu pun di awal kadang dapat kadang tidak.
Kalau pun dapat, dibagi lagi untuk teman-teman yang di luar satgas, karena mereka juga berperan bagi kami," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Bupati Gianyar, Made Mahayastra mendapatkan teguran dari Mendagri terkait belum dibayarnya insentif nakes Covid-19.
Menyikapi hal itu, Mahayastra pun bersurat ke Ketua Penanganan Covid-19 Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/virus-corona-indo.jpg)