Breaking News:

Berita Buleleng

Dandim 1609/Buleleng Hukum Dua TNI Terlibat Bentrok, Dinyatakan Melanggar Kode Etik Kemiliteran

Dua anggota TNI dari Kodim 1609/Buleleng mendapat hukuman disiplin militer.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Istimewa/Kodim 1609/Buleleng
Dua anggota TNI Kodim 1609/Buleleng saat menjalani hukuman disiplin militer - Dandim 1609/Buleleng Hukum Dua TNI Terlibat Bentrok, Dinyatakan Melanggar Kode Etik Kemiliteran 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dua anggota TNI dari Kodim 1609/Buleleng mendapat hukuman disiplin militer.

Mereka dihukum lantaran melakukan pemukulan balik kepada warga Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali.

Sebelumnya, pelaksanaan rapid antigen acak berujung bentrok antara anggota TNI dan warga Desa Sidatapa.

Kasus ini pun berujung jalur hukum padahal sebelumnya sempat akan dinyatakan damai.

Baca juga: Buntut Bentrok dengan Warga Sidatapa,2 Anggota Kodim 1609/Buleleng Dijatuhi Hukuman Disiplin Militer

Hukuman terhadap dua personel TNI tersebut diberikan langsung oleh Dandim 1609/Buleleng, Muhammad Windra Lisrianto, Rabu 1 September 2021.

Dandim Windra menyebut, sebagai atasan, ia berhak memberikan hukuman disiplin militer kepada anggotanya yang melanggar kode etik kemiliteran.

"Disiplin militer yang kami berikan sesuai dengan UU Nomor 25 Tahun 2014, tentang hukum disiplin militer. Meski pada dasarnya mereka (dua anggota TNI, red) itu melakukan pembelaan, kami tetap berpegang pada kode etik kemiliteran," jelasnya.

Selain mendapat hukum disiplin militer, kedua anggota TNI itu, kata Dandim Windra, juga tetap menjalani proses hukum di Pomdam IX/Udayana.

"Untuk proses hukum di Denpom tetap berjalan. Penyelidikan masih dilakukan oleh Polisi Militer," singkatnya.

Diberitakan sebelumnya, bentrok antara sejumlah warga Desa Sidatapa dengan TNI berlanjut ke ranah hukum.

Baca juga: Dandim 1609/Buleleng Batal Cabut Laporan, Kasus Bentrok Sidatapa Buleleng Lanjut Jalur Hukum

Ini setelah Dandim Buleleng mendapat perintah dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, yang diteruskan oleh Danpomdam IX/Udayana.

Dalam perintah itu, warga yang terlibat melakukan pemukulan terhadap anggota TNI saat sedang melaksanakan tugas rapid antigen acak di Desa Sidatapa diproses humuk di kepolisian.

Sementara anggota TNI yang terlibat melakukan pemukulan balik diproses di jalur militer.(*).

Kumpulan Artikel Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved